Awas! Minum teh terlalu panas bisa tingkatkan risiko kanker
Rabu, 25 September 2019 5:49 WIB
Secangkir Kopi dan teh. ANTARA/Shutterstock/am
Jakarta (ANTARA) - Sebagian orang gemar menikmati teh dalam keadaan panas, terutama saat suhu udara sangat dingin. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsinya terlalu panas karena bisa meningkatkan risiko Anda terkena kanker kerongkongan, menurut studi dalam International Journal of Cancer.
Seperti dilansir Indian Express, Selasa (24/9), untuk sampai pada temuan itu, para peneliti mengamati 50.045 orang berusia 40- 75 tahun di Golestan, Iran, untuk periode rata-rata 10,1 tahun. Penelitian ini dilakukan antara tahun 2004 dan 2017.
Suhu teh yang diminum peserta, dibagi menjadi dua kategori - sangat panas (60 ° C ke atas) dan suam-suam kuku (di bawah 60 ° C).
Hasilnya, mereka yang minum 700 ml atau lebih teh sangat panas setiap hari, berpeluang 90 persen lebih tinggi terkena kanker esofagus, dibandingkan dengan peserta yang mengonsumsi kurang dari 700 ml teh suam-suam kuku.
Studi ini juga mempertimbangkan waktu menuangkan teh sebelum meminumnya yakni dalam skala dua-enam menit.
Kanker kerongkongan biasanya dimulai pada sel-sel yang melapisi bagian dalam kerongkongan. Kanker ini disebut sebagai salah satu penyebab paling umum kematian di seluruh dunia.
Gejalanya meliputi penurunan berat badan, nyeri dada, kesulitan menelan, gangguan pencernaan, mulas, batuk dan suara serak.
Selain studi yang disebutkan di atas, mungkin ada banyak faktor risiko lain seperti merokok, tidak makan cukup buah dan sayuran, konsumsi alkohol, refluks empedu dan lainnya.
#################
https://indianexpress.com/article/lifestyle/health/drinking-hot-tea-may-raise-the-risk-of-cancer-reveals-study-6025128/#
Seperti dilansir Indian Express, Selasa (24/9), untuk sampai pada temuan itu, para peneliti mengamati 50.045 orang berusia 40- 75 tahun di Golestan, Iran, untuk periode rata-rata 10,1 tahun. Penelitian ini dilakukan antara tahun 2004 dan 2017.
Suhu teh yang diminum peserta, dibagi menjadi dua kategori - sangat panas (60 ° C ke atas) dan suam-suam kuku (di bawah 60 ° C).
Hasilnya, mereka yang minum 700 ml atau lebih teh sangat panas setiap hari, berpeluang 90 persen lebih tinggi terkena kanker esofagus, dibandingkan dengan peserta yang mengonsumsi kurang dari 700 ml teh suam-suam kuku.
Studi ini juga mempertimbangkan waktu menuangkan teh sebelum meminumnya yakni dalam skala dua-enam menit.
Kanker kerongkongan biasanya dimulai pada sel-sel yang melapisi bagian dalam kerongkongan. Kanker ini disebut sebagai salah satu penyebab paling umum kematian di seluruh dunia.
Gejalanya meliputi penurunan berat badan, nyeri dada, kesulitan menelan, gangguan pencernaan, mulas, batuk dan suara serak.
Selain studi yang disebutkan di atas, mungkin ada banyak faktor risiko lain seperti merokok, tidak makan cukup buah dan sayuran, konsumsi alkohol, refluks empedu dan lainnya.
#################
https://indianexpress.com/article/lifestyle/health/drinking-hot-tea-may-raise-the-risk-of-cancer-reveals-study-6025128/#
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo berkelakar protes diberi teh, karena butuh kopi agar tak grogi depan kiai
24 July 2025 5:44 WIB
Polres Lamsel ungkap kasus penyelundupan ganja dalam kemasan teh di Bakauheni
07 March 2025 15:14 WIB
Mahasiswa farmasi itera sosialisasi manfaat teh daun salam dan kemangi pengontrol tekanan darah
05 December 2023 16:54 WIB, 2023
Teh gaharu bikin penasaran pengunjung stan Kebun Raya Itera di InaRI Expo 2023
24 September 2023 8:55 WIB, 2023
Polda Metro ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu seberat 36 kilogram di Depok
17 July 2023 15:30 WIB, 2023
Terpopuler - Liputan Khusus
Lihat Juga
KPK sita uang miliaran rupiah dan tiga kg emas dalam OTT di Ditjen Bea Cukai
05 February 2026 6:01 WIB