Mantan bos bola Liberia penilep dana Ebola diskors FIFA
Kamis, 25 Juli 2019 6:07 WIB
Mantan ketua umum Asosiasi Sepak Bola Liberia (LFA) Musa Hassan Bility (AFP)
Jenewa, Swiss (ANTARA) - Badan sepak bola dunia, FIFA, hari ini mengumumkan sanksi melarang 10 tahun tak boleh mengurusi sepak bola kepada mantan ketua umum Asosiasi Sepak Bola Liberia (LFA) karena korupsi yang di antaranya menilep dana kampanye memerangi virus Ebola di negeri itu.
Musa Hassan Bility, anggota komite eksekutif Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), juga didenda 500 ribu franc Swiss oleh hakim pada komisi etik independen FIFA.
FIFA membidik Bility lewat investigasi yang diluncurkan pada Mei 2018, yang berkenaan dengan penyalahgunaan sumbangan FIFA untuk kampanye memerangi Ebola.
Kampanye memerangi Ebola itu mendorong para bintang top sepak bola mempromosikan kepedulian Ebola pada November 2014 atau hampir di puncak epidemi yang menewaskan sekitar 11.000 orang Liberia, Sierra Leone, dan Guinea.
Selain menggelapkan sumbangan FIFA untuk Ebola, Bility juga divonis bersalah menyelewengkan dana pihak ketiga untuk LFA kepada bisnis pribadi dan keluarganya.
Bility pernah berusaha mencalonkan diri sebagai pengganti mantan presiden FIFA Sepp Blatter pada 2015 lewat kampanye yang akhirnya dimenangkan Gianni Infantino. Ironisnya sejak itu dia dlarang seumur hidup berkiprah di FIFA karena gagal tes integritas, demikian AFP.
Musa Hassan Bility, anggota komite eksekutif Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), juga didenda 500 ribu franc Swiss oleh hakim pada komisi etik independen FIFA.
FIFA membidik Bility lewat investigasi yang diluncurkan pada Mei 2018, yang berkenaan dengan penyalahgunaan sumbangan FIFA untuk kampanye memerangi Ebola.
Kampanye memerangi Ebola itu mendorong para bintang top sepak bola mempromosikan kepedulian Ebola pada November 2014 atau hampir di puncak epidemi yang menewaskan sekitar 11.000 orang Liberia, Sierra Leone, dan Guinea.
Selain menggelapkan sumbangan FIFA untuk Ebola, Bility juga divonis bersalah menyelewengkan dana pihak ketiga untuk LFA kepada bisnis pribadi dan keluarganya.
Bility pernah berusaha mencalonkan diri sebagai pengganti mantan presiden FIFA Sepp Blatter pada 2015 lewat kampanye yang akhirnya dimenangkan Gianni Infantino. Ironisnya sejak itu dia dlarang seumur hidup berkiprah di FIFA karena gagal tes integritas, demikian AFP.
Pewarta : Jafar M Sidik
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Qatar akui kecewa dengan pernyataan Presiden asosiasi sepak bola Norwegia
01 April 2022 18:45 WIB, 2022
Dua WNI di Rusia terima Hassan Wirajuda Pelindungan Award Tahun 2020
18 December 2020 21:13 WIB, 2020
Sayyed Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah bersuka cita atas "kekalahan memalukan" Trump
13 November 2020 8:46 WIB, 2020
Iran sebut pemerintahan AS berikutnya harus tebus kesalahan Donald Trump
09 November 2020 5:11 WIB, 2020
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Kapal induk USS Abraham Lincoln siap lakukan operasi ke Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 9:55 WIB