Maruf Amin sebut Islam rahmatan lil alamin adalah Islam moderat
Rabu, 17 Juli 2019 12:22 WIB
Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI sekaligus Cawapres terpilih Prof. Dr. K.H Maruf Amin memberi pemaparan dalam Halal Bi Halal dan Seminar Sehari yang digelar dalam rangka milad Dewan Masjid Indonesia ke-47 di Jakarta, Rabu (17/7/2019). (ANTARA/Katriana)
Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI sekaligus Cawapres terpilih Prof. Dr. K.H Maruf Amin mengatakan Islam yang rahmatan lil alamin atau Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam adalah Islam yang moderat.
"Islam yang rahmatan lil alamin itu Islam wasafii, Islam yang moderat," katanya saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bi Halal dan Seminar Sehari yang digelar dalam rangka milad Dewan Masjid Indonesia ke-47 di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan Islam yang moderat dapat dilihat dari cara seseorang berpikir dan bergerak. Cara berpikir yang moderat adalah cara berpikir yang tidak terlalu tekstual dan tidak terlalu liberal.
"Tekstual itu rigid tanpa penafsiran, liberal itu penafsirannya terlalu lebar tanpa batas," katanya.
Cawapres terpilih untuk periode 2019-2024 itu mengatakan Islam yang rahmatan lil alamin adalah Islam yang wasatiyah atau Islam yang dinamis dan tidak kaku tetapi juga tidak memudah-mudahkan masalah.
"Tidak galak tetapi juga tidak mencari yang mudah-mudah saja," katanya.
Islam wasatiyah adalah yang bisa menerima kehadiran NKRI. "Karena Indonesia bukan hanya milik kita, tapi berkita-kita," imbuhnya.
Halal Bi Halal dan Seminar Sehari tersebut mengambil tema Islam yang rahmatan lil alamin sebagai modal utama membangun bangsa.
Acara tersebut dihadiri berbagai ormas Islam, termasuk juga tokoh-tokoh keagamaan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
"Islam yang rahmatan lil alamin itu Islam wasafii, Islam yang moderat," katanya saat memberikan sambutan dalam acara Halal Bi Halal dan Seminar Sehari yang digelar dalam rangka milad Dewan Masjid Indonesia ke-47 di Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan Islam yang moderat dapat dilihat dari cara seseorang berpikir dan bergerak. Cara berpikir yang moderat adalah cara berpikir yang tidak terlalu tekstual dan tidak terlalu liberal.
"Tekstual itu rigid tanpa penafsiran, liberal itu penafsirannya terlalu lebar tanpa batas," katanya.
Cawapres terpilih untuk periode 2019-2024 itu mengatakan Islam yang rahmatan lil alamin adalah Islam yang wasatiyah atau Islam yang dinamis dan tidak kaku tetapi juga tidak memudah-mudahkan masalah.
"Tidak galak tetapi juga tidak mencari yang mudah-mudah saja," katanya.
Islam wasatiyah adalah yang bisa menerima kehadiran NKRI. "Karena Indonesia bukan hanya milik kita, tapi berkita-kita," imbuhnya.
Halal Bi Halal dan Seminar Sehari tersebut mengambil tema Islam yang rahmatan lil alamin sebagai modal utama membangun bangsa.
Acara tersebut dihadiri berbagai ormas Islam, termasuk juga tokoh-tokoh keagamaan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Pewarta : Katriana
Editor : Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peresmian bendungan dan tol oleh Wapres karena ada pelimpahan dari Presiden
08 July 2024 22:00 WIB, 2024
Anies-Muhaimin mendoakan hakim MK sebelum baca putusan sengketa Pilpres
22 April 2024 8:33 WIB, 2024
Wapres meninjau penyembelihan sapi bersertifikasi halal di Selandia Baru
29 February 2024 6:51 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Wamen Koperasi dorong koperasi di Lampung Timur kelola komoditas unggulan daerah
05 May 2026 7:18 WIB
Pemkot Jakarta Utara tangkap 493 kg ikan sapu-sapu guna Jaga ekosistem perairan
29 April 2026 8:59 WIB