PAN: Sebelum temui Jokowi, Prabowo seharusnya undang elemen pendukung
Minggu, 14 Juli 2019 15:41 WIB
Presiden Joko Widodo berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) di stasiun kereta MRT di Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT bersama-sama. (ANTARA News/Desca Lidya Natalia/pri)
Jakarta (ANTARA) - Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan seharusnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengundang para pendukung untuk dimintai pendapat sebelum bertemu Presiden terpilih Joko Widodo.
"Semestinya, sebelum bertemu Jokowi, Prabowo mengundang terlebih dahulu para pendukungnya. Mulai dari tokoh parpol sampai pada simpul-simpul masyarakat yang ada," kata Saleh di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, elemen pendukung Prabowo sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia, termasuk emak-emak yang selama ini setia mendukung Prabowo-Sandi.
Dia mengingatkan bahwa para elemen pendukung Prabowo-Sandi tidak hanya sekadar memberikan suara pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, namun rela berkorban waktu, logistik dan finansial.
"Selain itu, Prabowo juga secara khusus perlu bicara dengan tokoh-tokoh agama yang mendukungnya selama ini," ujarnya.
Menurut dia, fakta bahwa kehadiran para tokoh agama di barisan pendukung Prabowo-Sandi sangat besar pengaruhnya dalam mendulang suara pasangan tersebut di Pilpres 2019.
Bahkan, menurut dia, mereka juga mengadakan beberapa kali ijtima’ ulama untuk membela dan mendukung Prabowo-Sandi.
"Tentu sangat tidak baik jika mereka ditinggalkan begitu saja, ajaklah mereka bicara dan dengar apa kata mereka. Kenapa ketika pilpres yang begitu ketat, Prabowo selalu datang dan mendengar mereka, lalu setelah selesai begini kok malah seakan pergi tanpa pesan?," katanya.
Saleh bahkan khawatir partai politik yang pernah bergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur, belum diajak bicara sebelum Prabowo bertemu Jokowi.
Alasannya, menurut dia, bisa jadi karena Koalisi Indonesia Adil Makmur sudah dibubarkan sebelumnya. Karena itu dirinya mempersilahkan masyarakat yang menilai.
"Tetapi atas semua itu, pertemuan tersebut tetap perlu diapresiasi, semoga saja bisa membawa keteduhan. Semoga saja Prabowo akan mengajak dan mendengar mereka-mereka yang selama ini ikhlas mendukungnya," katanya.
Baca juga: Spontanitas dan gaya kasual Prabowo dinilai sebuah ketulusan
Baca juga: Kalangan milenial apresiasi pertemuan antara Jokowi-Prabowo
"Semestinya, sebelum bertemu Jokowi, Prabowo mengundang terlebih dahulu para pendukungnya. Mulai dari tokoh parpol sampai pada simpul-simpul masyarakat yang ada," kata Saleh di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, elemen pendukung Prabowo sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia, termasuk emak-emak yang selama ini setia mendukung Prabowo-Sandi.
Dia mengingatkan bahwa para elemen pendukung Prabowo-Sandi tidak hanya sekadar memberikan suara pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, namun rela berkorban waktu, logistik dan finansial.
"Selain itu, Prabowo juga secara khusus perlu bicara dengan tokoh-tokoh agama yang mendukungnya selama ini," ujarnya.
Menurut dia, fakta bahwa kehadiran para tokoh agama di barisan pendukung Prabowo-Sandi sangat besar pengaruhnya dalam mendulang suara pasangan tersebut di Pilpres 2019.
Bahkan, menurut dia, mereka juga mengadakan beberapa kali ijtima’ ulama untuk membela dan mendukung Prabowo-Sandi.
"Tentu sangat tidak baik jika mereka ditinggalkan begitu saja, ajaklah mereka bicara dan dengar apa kata mereka. Kenapa ketika pilpres yang begitu ketat, Prabowo selalu datang dan mendengar mereka, lalu setelah selesai begini kok malah seakan pergi tanpa pesan?," katanya.
Saleh bahkan khawatir partai politik yang pernah bergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur, belum diajak bicara sebelum Prabowo bertemu Jokowi.
Alasannya, menurut dia, bisa jadi karena Koalisi Indonesia Adil Makmur sudah dibubarkan sebelumnya. Karena itu dirinya mempersilahkan masyarakat yang menilai.
"Tetapi atas semua itu, pertemuan tersebut tetap perlu diapresiasi, semoga saja bisa membawa keteduhan. Semoga saja Prabowo akan mengajak dan mendengar mereka-mereka yang selama ini ikhlas mendukungnya," katanya.
Baca juga: Spontanitas dan gaya kasual Prabowo dinilai sebuah ketulusan
Baca juga: Kalangan milenial apresiasi pertemuan antara Jokowi-Prabowo
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PDIP nilai tak ada istilah nonaktif bagi DPR, namun tetap hormati partai lain
01 September 2025 12:37 WIB
Zulkifli Hasan kembali terpilih jadi Ketua Umum PAN periode 2024--2029
24 August 2024 5:38 WIB, 2024
Zulkifli: PAN tidak dukung Anies di pilkada karena di Koalisi Indonesia Maju
22 May 2024 16:21 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Delegasi kemanusiaan dompet Dhuafa ditahan Israel, GPCI serukan pembebasan aktivis
20 May 2026 9:30 WIB
Wamen Koperasi dorong koperasi di Lampung Timur kelola komoditas unggulan daerah
05 May 2026 7:18 WIB