Smartfren akan uji coba jaringan 5G setelah Lebaran 2019
Rabu, 29 Mei 2019 8:23 WIB
Operator telekomunikasi berbasis teknologi CDMA, Smartfren (ANTARA News/Lukisatrio) (Istimewa)
Jakarta (ANTARA) - Operator seluler Smartfren merencanakan uji coba jaringan generasi kelima atau 5G setelah Hari Raya Idul Fitri.
"Setelah Lebaran akan ada tempat yang mulai kita uji coba," kata Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys, Selasa (21/5) malam.
Sasaran awal Smartfren pada uji coba perdana 5G nanti adalah mengenai Industri 4.0 sehingga mereka memilih sebuah pabrik di kawasan Marunda, Jakarta Utara untuk tempat uji coba mereka.
Ketika disinggung apakah Smarftren akan bermain di area internet of things (IoT) pada generasi 5G mendatang, Merza berpendapat 5G akan memberikan peluang di segala layanan.
Tapi, apakah 5G di masa mendatang akan dapat digunakan oleh konsumen seluler, menurut dia bergantung pada alokasi frekuensi untuk 5G yang disediakan. Jika alokasi untuk 5G diberikan pada frekuensi yang luas, maka akan ada layanan untuk digunakan masyarakat.
"Tapi, kalau dialokasikan di 'coverage' terbatas, maka aplikasinya tertentu," kata Merza.
Saat ini belum ada alokasi frekuensi untuk jaringan 5G karena pemerintah masih mengevaluasi kemungkinan realokasi frekuensi.
Smartfren menilai tidak perlu terburu-buru untuk menyediakan jaringan 5G bagi konsumen karena saat ini jaringan 5G memang belum tersedia secara komersial untuk masyarakat.
"Setelah Lebaran akan ada tempat yang mulai kita uji coba," kata Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys, Selasa (21/5) malam.
Sasaran awal Smartfren pada uji coba perdana 5G nanti adalah mengenai Industri 4.0 sehingga mereka memilih sebuah pabrik di kawasan Marunda, Jakarta Utara untuk tempat uji coba mereka.
Ketika disinggung apakah Smarftren akan bermain di area internet of things (IoT) pada generasi 5G mendatang, Merza berpendapat 5G akan memberikan peluang di segala layanan.
Tapi, apakah 5G di masa mendatang akan dapat digunakan oleh konsumen seluler, menurut dia bergantung pada alokasi frekuensi untuk 5G yang disediakan. Jika alokasi untuk 5G diberikan pada frekuensi yang luas, maka akan ada layanan untuk digunakan masyarakat.
"Tapi, kalau dialokasikan di 'coverage' terbatas, maka aplikasinya tertentu," kata Merza.
Saat ini belum ada alokasi frekuensi untuk jaringan 5G karena pemerintah masih mengevaluasi kemungkinan realokasi frekuensi.
Smartfren menilai tidak perlu terburu-buru untuk menyediakan jaringan 5G bagi konsumen karena saat ini jaringan 5G memang belum tersedia secara komersial untuk masyarakat.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel siapkan jaringan Hyper 5G dukung balapan MotoGP Mandalika
27 September 2024 22:45 WIB, 2024
Telkomsel hadirkan konektivitas 5G andal sukseskan HLF-MSP dan IAF di Bali
05 September 2024 10:37 WIB, 2024
Telkomsel dukung pemanfaatan teknologi kesehatan telerobotik dengan akses 5G
30 August 2024 19:45 WIB, 2024
Terpopuler - Gadget
Lihat Juga
OPPO A6 Pro bisa dipakai untuk mengisi daya perangkat elektronik seperti powerbank
07 October 2025 19:55 WIB
Samsung debutkan Galaxy Tab S10 Lite secara global, yang diperkaya dengan fitur AI
12 September 2025 12:41 WIB