Bengkulu (ANTARA) - Tiga kapal nelayan tradisional Kota Bengkulu berisikan puluhan orang menyerang kapal yang bersandar di kawasan Pelabuhan Pulau Baai, Jumat, siang sebagai buntut sengketa penggunaan alat tangkap pukat harimau atau trawl di wilayah itu.
Penyerangan dari nelayan tradisional merupakan aksi balas dendam terhadap pembakaran dua unit kapal nelayan tradisional yang diduga dilakukan para nelayan pengguna alat tangkap trawl. Di lokasi penyerangan terdengar beberapa kali letusan senapan yang ditembakkan aparat polisi air, memperingatkan para nelayan tradisional untuk menahan diri dan mundur.
Antarnelayan bentrokdi Bengkulu terkait alat tangkap trawl
Jumat, 5 April 2019 14:47 WIB
Konflik antar-nelayan di Bengkulu terkait penggunaan alat tangkap pukat harimau atau trawl. (Helti Marini Sipayung)
Pewarta : Helti Marini S
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kodam XXI terjunkan prajurit redam konflik gajah dan warga di Lampung Timur
26 January 2026 11:11 WIB
TNWK lakukan penguatan pengamanan untuk cegah konflik manusia dengan gajah
19 January 2026 18:26 WIB
Kapolda Lampung turun langsung redam konflik lahan Isenpatow Bonow Tulangbawang
16 January 2026 16:51 WIB
KLHK evaluasi menyeluruh penanganan konflik gajah liar Way Kambas dengan masyarakat
13 January 2026 22:19 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Gubernur DKI Jakarta sampaikan duka cita pada pengendara mobil yang tewas saat macet
23 January 2026 11:36 WIB