Harga getah karet turun
Selasa, 2 April 2019 9:46 WIB
Harga getah karet di Mesuji turun dari Rp8.000/kg menjadi Rp5.700/kg (Ist)
Mesuji (ANTARA) - Harga getah karet di Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung cenderung turun dan saat ini harganya hanya Rp5.700/kg.
Menurut Gosan, salah seorang petani karet di Kecamatan Mesuji Timur, Selasa, harga karet di daerahnya kini hanya Rp5.700/kg, sehingga tidak menguntungkan bagi petani setempat.
"Harga karet kembali turun. Semula sempat naik Rp8.000/kg, kini turun lagi menjadi Rp5.700/kg. Kami petani makin tidak berdaya," katanya.
Ia mengatakan bahwa volume hasil dari menderes karet memang lumayan banyak, tapi ketika dijual hasilnya tidak cukup banyak karena harganya turun.
Anjloknya harga karet tersebut diakuinya berdampak terhadap kehidupan perekonomian masyarakat, khususnya petani karet dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Harga karet dalam beberapa tahun terakhir ini sudah berkali-kali mengalami penurunan mulai dari harga tertinggi pernah mencapai Rp15.000,ribu/kg, kemudian terus turun tajam menjadi mulai dari Rp10 ribu/kg hingga sempat merosot lagi ke Rp4.000/kg, katanya.
Petani karet Lainnya Bambang (27) di Kecamatan Mesuji juga mengeluhkan penurunan harga karet turun dari dari Rp8.000/kg menjadi Rp5.700 hingga Rp5.000/kg.
"Sudah beberapa hari ini ini harga karet turun terus. Ditambah musim penghujan seperti sekarang ini petani tidak bisa menderes, sedangkan kebutuhan keluarga makin harus tetap jalan. Namun, sampai kapan kami bisa bertahan dari hasil karet yang rendah ini," katanya.
Perkebunan karet di Mesuji (Antaralampung.com/Raharja)
"Mayoritas penduduk di Mesuji ini penghasilannya mengandalkan getah karet, jika harga getah karet terus turun bagaimana nasib kami ke depan," ujar Bambang .
Ia berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengembalikan harga karet yang anjlok ini.
Menurut Gosan, salah seorang petani karet di Kecamatan Mesuji Timur, Selasa, harga karet di daerahnya kini hanya Rp5.700/kg, sehingga tidak menguntungkan bagi petani setempat.
"Harga karet kembali turun. Semula sempat naik Rp8.000/kg, kini turun lagi menjadi Rp5.700/kg. Kami petani makin tidak berdaya," katanya.
Ia mengatakan bahwa volume hasil dari menderes karet memang lumayan banyak, tapi ketika dijual hasilnya tidak cukup banyak karena harganya turun.
Anjloknya harga karet tersebut diakuinya berdampak terhadap kehidupan perekonomian masyarakat, khususnya petani karet dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Harga karet dalam beberapa tahun terakhir ini sudah berkali-kali mengalami penurunan mulai dari harga tertinggi pernah mencapai Rp15.000,ribu/kg, kemudian terus turun tajam menjadi mulai dari Rp10 ribu/kg hingga sempat merosot lagi ke Rp4.000/kg, katanya.
Petani karet Lainnya Bambang (27) di Kecamatan Mesuji juga mengeluhkan penurunan harga karet turun dari dari Rp8.000/kg menjadi Rp5.700 hingga Rp5.000/kg.
"Sudah beberapa hari ini ini harga karet turun terus. Ditambah musim penghujan seperti sekarang ini petani tidak bisa menderes, sedangkan kebutuhan keluarga makin harus tetap jalan. Namun, sampai kapan kami bisa bertahan dari hasil karet yang rendah ini," katanya.
Perkebunan karet di Mesuji (Antaralampung.com/Raharja)
"Mayoritas penduduk di Mesuji ini penghasilannya mengandalkan getah karet, jika harga getah karet terus turun bagaimana nasib kami ke depan," ujar Bambang .
Ia berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengembalikan harga karet yang anjlok ini.
Pewarta : Raharja
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Mesuji
Lihat Juga
Wamentrans dukung produk program transmigrasi dari Lampung tembus pasar global
24 January 2026 22:56 WIB
Pimpin apel perdana paska dilantik, Wakil Bupati Mesuji beri ultimatum para pejabat
25 February 2025 9:39 WIB, 2025
Pj Bupati Mesuji resmi luncurkan penanaman jagung serentak 1 juta hektare
22 January 2025 7:49 WIB, 2025