Mengherankan, singa betina yang membunuh singa jantan
Senin, 22 Oktober 2018 8:34 WIB
Ilustrasi/file
Indianapolis (Antaranews Lampung) - Singa betina membunuh ayah tiga anaknya, mencekik pasangannya dengan menimbulkan luka leher di Kebun Binatang Indianapolis dalam serangan tidak sepenuhnya dipahami petugas kebun binatang.
Singa itu berkumpul bersama di kebun binatang itu selama delapan tahun, menghasilkan tiga anak pada 2015 dan penjaga kebun binatang belum pernah mengetahui saling serang di antara keduanya, kata pernyataan kebun binatang tersebut, yang dikeluarkan pada Jumat.
Kematian itu sangat "menghancurkan" bagi penjaga kebun binatang, kata penilik kebun binatang tersebut kepada wartawan.
"Kami tahu itu jarang terjadi tapi bisa terjadi di alam liar dan dalam perawatan manusia," kata David Hagan, penilik Kebun Binatang Indianapolis, kepada televisi WTVR Saluran 6, "Kami tidak mengetahui apa pemicunya."
Staf kebun binatang bersiaga sesudah mendengar sejumlah auman tidak biasa dari kandang singa pada Senin dan menemukan singa betina 12 tahun Zuri berkelahi dengan singa jantan berusia 10 tahun Nyack. Salah satu bayinya, betina berusia tiga tahun bernama Sukari, berada di luar kandang pada saat itu.
"Petugas kebun binatang melakukan segala upaya untuk memisahkan singa itu, tapi Zuri menggigit leher Nyack sampai ia berhenti bergerak," kata pernyataan itu.
"Kami tahu banyak orang suka mengunjungi Nyack. Ia singa jantan gagah dan meninggalkan warisan tiga anak," kata kebun binatang itu.
Bedah mayat menemukan bahwa Nyack mati lemas dengan luka di leher.
Singa betina itu pinjaman dari Kebun Binatang San Diego. Mereka adalah bagian dari Rencana Penyelamatan Jenis, yang dikelola Perhimpunan Kebun Binatang dan Akuarium.
Kejadian itu dikaji tapi tidak ada rencana untuk mengubah cara mengelola singa, demikian pernyataan tersebut.
Singa itu berkumpul bersama di kebun binatang itu selama delapan tahun, menghasilkan tiga anak pada 2015 dan penjaga kebun binatang belum pernah mengetahui saling serang di antara keduanya, kata pernyataan kebun binatang tersebut, yang dikeluarkan pada Jumat.
Kematian itu sangat "menghancurkan" bagi penjaga kebun binatang, kata penilik kebun binatang tersebut kepada wartawan.
"Kami tahu itu jarang terjadi tapi bisa terjadi di alam liar dan dalam perawatan manusia," kata David Hagan, penilik Kebun Binatang Indianapolis, kepada televisi WTVR Saluran 6, "Kami tidak mengetahui apa pemicunya."
Staf kebun binatang bersiaga sesudah mendengar sejumlah auman tidak biasa dari kandang singa pada Senin dan menemukan singa betina 12 tahun Zuri berkelahi dengan singa jantan berusia 10 tahun Nyack. Salah satu bayinya, betina berusia tiga tahun bernama Sukari, berada di luar kandang pada saat itu.
"Petugas kebun binatang melakukan segala upaya untuk memisahkan singa itu, tapi Zuri menggigit leher Nyack sampai ia berhenti bergerak," kata pernyataan itu.
"Kami tahu banyak orang suka mengunjungi Nyack. Ia singa jantan gagah dan meninggalkan warisan tiga anak," kata kebun binatang itu.
Bedah mayat menemukan bahwa Nyack mati lemas dengan luka di leher.
Singa betina itu pinjaman dari Kebun Binatang San Diego. Mereka adalah bagian dari Rencana Penyelamatan Jenis, yang dikelola Perhimpunan Kebun Binatang dan Akuarium.
Kejadian itu dikaji tapi tidak ada rencana untuk mengubah cara mengelola singa, demikian pernyataan tersebut.
Pewarta : Antara/Reuters
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kalah dari Arab Saudi, Kluivert sebut pemain Indonesia bertarung seperti singa
09 October 2025 7:54 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025