Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Kabupaten Pringsewu menyabet tiga medali emas dari empat nomor yang dipertandingkan cabang olaharaga panjat tebing, pada Pekan Olahraga Provinsi Lampung VIII/2017.

Pada pertandingan di Kompleks PKOR Wayhalim Bandarlampung, Kamis, Pringsewu mendominasi pertandingan pada kelas yang dipertandingkan.

Atlet Pringsewu mendapatkan tiga medali emas dari nomor Speed Classic perorangan putra, Speed Classic Beregu (3 putra) dan Speed Classic Beregu (3 putri).

Manager Kompetisi Cabor Panjat Tebing Porprov VIII-2017, Waras Budi Hartawan mengatakan untuk hari ini hanya mempertandingkan empat nomor dari enam yang semula diperlombakan menyusul hujan.

"Karena hujan dan angin kencang, perlombaan kami tutup dan? hanya bisa memperlombakan empat nomor kategori yakni Speed Classic perorangan Putri, Speed Classic Perorangan Putra, Speed Classic Beregu (3 putra) dan Speed Classic Beregu (3 putri)," ujarnya.

Ia menyebutkan, dengan memperoleh tiga medali emas, Kabupaten Pringsewu naik peringkat dengan perolehan emas hari ini, dari semula berada di posisi kelima, sekarang peringkat pertama cabang panjat tebing.

Kabupaten Lampung Tengah, lanjutnya, juga akhirnya mendapatkan medali perak dari nomor Speed Classic perorangan putra.

Kemudian, tuan rumah Kota Bandar kampung memperoleh satu emas dari nomor Speed Classic perorangan putri dan satu perak dari nomor Speed Classic Beregu ( 3 putra).

Ia menjelaskan, Kabupaten Lampung Selatan hanya memperoleh satu medali perunggu dari nomor Speed Classic (3 putri) dan Kabupaten Lampung Barat juga memperoleh satu medali perak dari nomor Speed Classic Beregu (3 putri).

Pemimpin klasemen pada hari sebelumnya, lanjut dia, yaitu Kabupaten Pesawaran hanya memperoleh satu medali perak dan satu perunggu dari nomor Speed Classic oerorangan putri.

Kabupaten Tanggamus hari ini membawa pulang dua medali perunggu dari nomor pertandingan speed classic perorangan putra dan Speed Classic Beregu ( 3 putra).*

(ANTARA)


Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026