Presiden: Pemerintah Berencana Batasi Jumlah Mahasiwa PTN
Rabu, 29 November 2017 21:04 WIB
Presiden Joko Widodo (Foto : Antaranews.com/Dok)
Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Pemerintah berencana membatasi jumlah mahasiswa yang masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia dengan tujuan fokus pendidikan, kata Presiden Joko Widodo.
"Saya lebih senang kalau perguruan tinggi itu fokus, tidak semuanya diambil," jelas Presiden dalam pidato penutupan Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta pada Rabu.
Menurut Presiden, terdapat beberapa perguruan tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu atau 40 ribu.
Kepala Negara mengatakan telah meminta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir untuk membatasi jumlah mahasiswa di PTN, dan Menristek Dikti segera menanggapi positif arahan tersebut.
"Kita tunggu saja menterinya nanti bergerak kapan," ujar Jokowi.
Dalam sambutannya Presiden mengatakan perguruan tinggi harus berinovasi dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Perkembangan dunia saat ini mengarah kepada pemanfaatan digital baik di segi perekonomian, politik, media hingga pendidikan, ujar Presiden.
Hal itu, memerlukan inovasi dan perkembangan jurusan pendidikan baru yang mengajarkan pemanfaatan digitalisasi, tambahnya.
(ANTARA)
"Saya lebih senang kalau perguruan tinggi itu fokus, tidak semuanya diambil," jelas Presiden dalam pidato penutupan Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta pada Rabu.
Menurut Presiden, terdapat beberapa perguruan tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu atau 40 ribu.
Kepala Negara mengatakan telah meminta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir untuk membatasi jumlah mahasiswa di PTN, dan Menristek Dikti segera menanggapi positif arahan tersebut.
"Kita tunggu saja menterinya nanti bergerak kapan," ujar Jokowi.
Dalam sambutannya Presiden mengatakan perguruan tinggi harus berinovasi dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Perkembangan dunia saat ini mengarah kepada pemanfaatan digital baik di segi perekonomian, politik, media hingga pendidikan, ujar Presiden.
Hal itu, memerlukan inovasi dan perkembangan jurusan pendidikan baru yang mengajarkan pemanfaatan digitalisasi, tambahnya.
(ANTARA)
Pewarta : Bayu Prasetyo
Editor : Edy Supriyadi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sri Mulyani sebut efisiensi anggaran PTN tidak boleh berdampak pada UKT
14 February 2025 21:27 WIB, 2025
Disdik Lampung upayakan siswa di dua sekolah dapat ikut SNBP ke PTN
11 February 2025 13:51 WIB, 2025
Rektor Itera harapkan Forum BKS PTN kuatkan semangat wujudkan SDM unggul
18 November 2023 5:24 WIB, 2023