Bengkulu (ANTARA Lampung) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu masih merawat dua ekor satwa langka harimau Sumatera (phantera tigris Sumatrae) korban konflik, sambil menunggu keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Satu ekor bahkan sudah lebih satu tahun kami rawat di sekitar kompleks Kantor BKSDA, masih menunggu keputusan pusat," kata Kepala Seksi Wilayah II BKSDA Bengkulu Darwis Saragih di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan pelepasliaran satwa terancam punah itu masih menunggu keputusan Presiden melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selama ini, harimau korban konflik sebagian besar dilepasliarkan kembali ke habitatnya di hutan Sumatera.
Darwis mengatakan dua ekor harimau berjenis kelamin jantan dan betina itu dievakuasi dalam waktu berbeda.
Seekor harimau betina terlebih dahulu dievakuasi dari kawasan hutan di Kabupaten Kaur karena terjerat kawat sling milik pemburu liar. Harimau betina yang diberi nama Elsa itu dalam kondisi baik setelah menjalani operasi bagian kaki depan.
"Sekarang sudah bisa menapakkan kakinya, jadi sebenarnya sudah bisa dilepas di kandang atau tempat yang lebih luas," ucapnya.
Sementara seekor harimau jantan dievakuasi dari sekitar Desa Talang Beringin Kabupaten Seluma, karena menyerang dan menewaskan seorang petani. Saat ini dua ekor harimau itu ditempatkan dalam kerangkeng besi di sekitar Kantor BKSDA di Kota Bengkulu.
Darwis mengharapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera memutuskan masa depan kedua satwa langka endemik Sumatera itu.
"Keterbatasan ruang gerak dalam kandang yang ada saat ini dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan satwa tersebut," katanya.(Ant)
Dua harimau Sumatera jalani perawatan di BKSDA Bengkulu
Senin, 18 Mei 2015 20:08 WIB
Pewarta : Helti Marini Sipayung
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025