Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Provinsi Lampung menjadi penghasil kopi robusta utama nasional dengan produksi sekitar 134.700 ton pada 2013.
"Jumlah itu memberikan kontribusi sebesar 26 persen produksi nasional," kata Wakil Gubernur Lampung MS Joko Umar Said, di Bandarlampung, Sabtu (26/4).
Saat ini lanjutnya, luas lahan perkebunan sekitar 160.565 hektare. Potensi tersebut memberi peluang bagi para petani perkebunan kopi yang saat ini berjumlah sekitar 229.379 kepala keluarga untuk hidup lebih sejahtera dari hasil produksi kopi.
Menurutnya, hasil produksi kopi di Lampung jika dikelola secara profesional, mulai dari tahapan pemilihan bibit, penanaman, perawatan tanaman sampai pada pemannenan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Lampung yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan kopi Lampung.
"Dalam peningkatan produksi kopi dan tentunya berpengaruh juga terhadap tingkat kesejahteraan petani pekebun kopi," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung lanjutnya, telah melakukan berbagai program yang berkelanjutan seperti pembentukan kelompok tani, peningkatan kualitas penyuluh petani, perluasan areal perkebunan, membangun terminal agribisnis, dan lain-lain.
Joko menjelaskan, untuk mengoptimalkan program Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya meningkatkan produksi kopi, tentunya dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua kalangan baik dari petani sendiri, pemerintah daerah maupun pihak swasta.
Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam dengan produksi diperkirakan mencapai 748.000 ton atau 6,6 persen dari total produksi kopi dunia.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, total ekspor kopi nasional selama tahun 2013 mencapai 534.000 ton dengan nilai 1,17 miliar dolar Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut Lampung telah mampu memberikan kontribusi 65 persen terhadap volume ekspor dan 54,70 persen terhadap nilai ekspor kopi nasional.
Sementara data Dinas Koperindag Provinsi Lampung menyebutkan bahwa ekspor kopi Lampung pada tahun 2013 mencapai sebesar 346 ribu ton dengan nilai 640,54 juta dolar AS, sedangkan pada periode Januari-- Februari 2014 mencapai 39.323 ton dengan nilai 71,63 juta dolar AS.
"Jumlah itu memberikan kontribusi sebesar 26 persen produksi nasional," kata Wakil Gubernur Lampung MS Joko Umar Said, di Bandarlampung, Sabtu (26/4).
Saat ini lanjutnya, luas lahan perkebunan sekitar 160.565 hektare. Potensi tersebut memberi peluang bagi para petani perkebunan kopi yang saat ini berjumlah sekitar 229.379 kepala keluarga untuk hidup lebih sejahtera dari hasil produksi kopi.
Menurutnya, hasil produksi kopi di Lampung jika dikelola secara profesional, mulai dari tahapan pemilihan bibit, penanaman, perawatan tanaman sampai pada pemannenan diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi Lampung yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan kopi Lampung.
"Dalam peningkatan produksi kopi dan tentunya berpengaruh juga terhadap tingkat kesejahteraan petani pekebun kopi," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Lampung lanjutnya, telah melakukan berbagai program yang berkelanjutan seperti pembentukan kelompok tani, peningkatan kualitas penyuluh petani, perluasan areal perkebunan, membangun terminal agribisnis, dan lain-lain.
Joko menjelaskan, untuk mengoptimalkan program Pemerintah Provinsi Lampung dalam upaya meningkatkan produksi kopi, tentunya dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua kalangan baik dari petani sendiri, pemerintah daerah maupun pihak swasta.
Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam dengan produksi diperkirakan mencapai 748.000 ton atau 6,6 persen dari total produksi kopi dunia.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, total ekspor kopi nasional selama tahun 2013 mencapai 534.000 ton dengan nilai 1,17 miliar dolar Amerika Serikat. Dari jumlah tersebut Lampung telah mampu memberikan kontribusi 65 persen terhadap volume ekspor dan 54,70 persen terhadap nilai ekspor kopi nasional.
Sementara data Dinas Koperindag Provinsi Lampung menyebutkan bahwa ekspor kopi Lampung pada tahun 2013 mencapai sebesar 346 ribu ton dengan nilai 640,54 juta dolar AS, sedangkan pada periode Januari-- Februari 2014 mencapai 39.323 ton dengan nilai 71,63 juta dolar AS.