Lagi, Wartawan Senior Dilukai
Minggu, 20 April 2014 13:25 WIB
Islamabad, 20/4 (Antara/Xinhua-OANA) - Wartawan kawakan Pakistan Hamid Mir cedera oleh ulah beberapa pria tak dikenal yang bersenjata di Kota Pelabuhan Karachi, Pakistan Selatan, demikian laporan media setempat.
Stasiun TV Geo, tempat Mir bekerja sebagai wartawan, mengatakan pencari berita tersebut sedang dalam perjalanan ke kantornya dari bandar udara ketika ia ditembak oleh beberapa orang yang mengendarai dua sepeda motor.
Mir dibawa ke Rumah Sakit Agha Khan untuk dirawat, namun kondisinya belum diketahui, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad.
Polisi menyatakan Mir sedikitnya terkena dua peluru dalam serangan tersebut.
Presiden Pakistan Mamnoon Hussain mengutuk serangan itu dan menginstruksikan rumah sakit agar menyediakan perawatan yang terbaik buat Mir.
Mir, yang memulai karir di bidang jurnalistik pada 1987, mewawancarai banyak politikus termasuk Condoleeza Rice, Tony Blair dan Hillary Clinton.
Mir pernah ditangkap oleh Hizbullah pada Juli 2006 karena berusaha mengunjungi lokasi serangan udara Israel di Beirut, tapi belakangan dibebaskan setelah Hizbullah yakin ia bukan mata-mata Israel. Pada 2012, Mir diberi penghargaan Hilal-e-Imtiaz, penghargaan sipil tertinggi kedua di Pakistan, oleh presiden saat itu Asif Zardari.
Mir mendapat pengakuan internasional ketika ia pergi ke Afghanistan Timur untuk menyelidiki pelarian mendiang pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dari Gunung Tora Bora pada Desember 2001. Mir juga pernah mengunjungi gua tempat Osama berlindung dari pemboman Amerika.
Pakistan dipandang sebagai salah satu negara yang paling berbahaya di dunia buat wartawan, kata pengawas media Wartawan Tanpa Perbatasan (RSF) di dalam satu laporan pada Januari 2014.
Penerjemah: A. Rachma.
Stasiun TV Geo, tempat Mir bekerja sebagai wartawan, mengatakan pencari berita tersebut sedang dalam perjalanan ke kantornya dari bandar udara ketika ia ditembak oleh beberapa orang yang mengendarai dua sepeda motor.
Mir dibawa ke Rumah Sakit Agha Khan untuk dirawat, namun kondisinya belum diketahui, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad.
Polisi menyatakan Mir sedikitnya terkena dua peluru dalam serangan tersebut.
Presiden Pakistan Mamnoon Hussain mengutuk serangan itu dan menginstruksikan rumah sakit agar menyediakan perawatan yang terbaik buat Mir.
Mir, yang memulai karir di bidang jurnalistik pada 1987, mewawancarai banyak politikus termasuk Condoleeza Rice, Tony Blair dan Hillary Clinton.
Mir pernah ditangkap oleh Hizbullah pada Juli 2006 karena berusaha mengunjungi lokasi serangan udara Israel di Beirut, tapi belakangan dibebaskan setelah Hizbullah yakin ia bukan mata-mata Israel. Pada 2012, Mir diberi penghargaan Hilal-e-Imtiaz, penghargaan sipil tertinggi kedua di Pakistan, oleh presiden saat itu Asif Zardari.
Mir mendapat pengakuan internasional ketika ia pergi ke Afghanistan Timur untuk menyelidiki pelarian mendiang pemimpin Al Qaida Osama bin Laden dari Gunung Tora Bora pada Desember 2001. Mir juga pernah mengunjungi gua tempat Osama berlindung dari pemboman Amerika.
Pakistan dipandang sebagai salah satu negara yang paling berbahaya di dunia buat wartawan, kata pengawas media Wartawan Tanpa Perbatasan (RSF) di dalam satu laporan pada Januari 2014.
Penerjemah: A. Rachma.
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ANTARA dukung pembinaan pers mahasiswa untuk perkuat ekosistem jurnalistik
08 February 2026 10:55 WIB
Dewan Pers apresiasi keterbukaan Polri dalam terima kritik dari masyarakat
31 December 2025 14:24 WIB
PWI berkolaborasi dengan Polri gelar anugerah jurnalistik untuk sambut HPN 2026
23 November 2025 6:52 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Putin sebut Indonesia mitra kunci di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya di ASEAN
03 September 2026 15:44 WIB
USGS perkirakan banyak korban jiwa dan kerusakan parah di Venezuela akibat gempa
25 June 2026 8:14 WIB