Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Sejumlah ulama dan santri dari beberapa daerah di Banten menggelar yasinan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mendukung KPK dalam mengusut kasus korupsi yang menyeret keluarga pimpinan Banten.

"Ini inisiatif kami sendiri untuk mendukung KPK," kata salah satu santri, Dudung, saat mendatangi Gedung KPK, Jumat (25/10).

Kedatangan mereka untuk mendukung secara moril kepada KPK atas isu klenik yang selama ini berkembang KPK akan disantet lantaran mencoba menguak dugaan korupsi di Banten.

"Ini syukuran mendukung KPK, jangan sampai KPK ada rasa tertekan dengan isu klenik," ujar Dudung.

Ustadz Ahya Anshori memimpin ulama dan santri yang datang dari Serang, Pandeglang, dan Rangkasbitung.

Para ulama dan santri yang berkisar 30 orang itu menggunakan baju gamis putih dan sorban di kepala. Mereka melakukan yasinan di Kaveling C-1 di Gedung KPK yang biasanya digunakan untuk konferensi pers. Yasinan berlangsung tidak terlalu lama, hanya sekitar tiga puluh menit dan berakhir pada pukul 14.20 WIB.

Penyidik KPK menciduk Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan yang merupakan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Wawan dtangkap di rumahnya di kawasan Mega Kuningan jalan Denpasar, Jakarta Selatan, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (2/10).

Ia diduga memberi suap kepada Ketua Mahkamah Konstutusi non-aktif Akil Mochtar untuk pengurusan sengketa pemilihan kepala daerah Lebak, Banten, melalui seorang pengacara Susi Tur Andayani.

Terkait kasus ini, KPK juga telah mencegah Ratu Atut untuk tidak bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan sejak Kamis (3/10).

Pewarta : Monalisa
Editor :
Copyright © ANTARA 2024