Krakatau International Festival Siap Digelar 2014
Rabu, 18 September 2013 12:45 WIB
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda Kabupaten Lampung Selatan yang masih aktif sebagai gunung api di dalam laut. (FOTO: ANTARA LAMPUNG/Dok. Triono Subagyo).
Kalianda, Lampung Selatan (ANTARA LAMPUNG) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bekerjasama dengan Republik Seychelles berencana menggelar "Krakatoa International Fesitival" pada 2014 sebagai kegiatan promosi potensi sektor pariwisata daerah ini.
Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza SZP, di Kalianda, Rabu (18/9), mengungkapkan bahwa pemerintah daerah setempat dapat belajar dari Republik Seychelles dalam mengemas dan memaksimalkan potensi sektor pariwisata sekaligus memperkenalkan keanekaragaman budaya yang ada kepada masyarakat internasional.
Meskipun negara kepulauan kecil, kata Rycko, Republik Seychelles mampu mengemas potensi negerinya menjadi salah satu destinasi pariwisata internasional yang banyak dikunjungi turis dari berbagai negara.
"Kita perlu belajar banyak dari negara Seychelles dalam mengembangkan sektor pariwisatanya, sehingga kunjungan turis mancanegara dapat terus meningkat setiap tahun," ujarnya.
Bupati Lampung Selatan sempat menerima kunjungan Duta Besar Republik Seychelles dalam rangka mensosialisasikan rencana gelar "Krakatoa International Festival 2014" di Kalianda, Selasa (17/9).
Menurut Rycko Menoza, pengembangan sektor pariwisata tidak akan lepas dari kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.
Ia mengemukakan bahwa nilai-nilai budaya lokal menjadi salah satu modal guna menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Bumi Khagom Mufakat, selain daya tarik kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang telah mendunia.
Karena itu, ia meminta kepada seluruh jajarannya di Kabupaten Lampung Selatan untuk benar-benar mampu menjadikan berbagai kegiatan festival sebagai wadah mempromosikan potensi daerah tersebut.
Promosi Kabupaten Lampung Selatan itu, bukan hanya sektor pariwisata tapi juga potensi daerah lainnya.
"Festival diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tapi harus mampu memberikan dampak lanjutan bagi promosi potensi daerah. Hal itu harus dilakukan pada ajang Festival Krakatau 2013 yang akan digelar di Lampung Selatan," katanya.
Duta Besar Republik Seychelles, Nico Barito mengungkapkan banyak potensi yang bisa dipromosikan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Lampung Selatan.
Salah satunya, menurut dia, yakni sejarah tentang letusan Gunung Krakatau yang telah mendunia dengan kedahsyatannya. Bahkan saat ini kawasan Gunung Anak Krakatau itu juga telah menjadi salah satu "ikon" dunia yang berada di Indonesia khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.
Hanya saja, menurut pria kelahiran Kalimantan yang mahir berbahasa Indonesia itu, perlu adanya kemasan yang baik sehingga sejarah terkait kawasan Gunung Anak Krakatau itu dapat dijual sebagai destinasi pariwisata untuk skala internasional.
Apalagi Kabupaten Lampung Selatan juga memiliki budaya lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri.
"Tentunya mengelola sektor pariwisata tidak hanya dalam bentuk penyediaan infrastruktur pendukungnya. Namun juga perlu adanya hal unik yang bisa menjadi satu daya tarik orang untuk datang, dengan kemasan yang baik," ujarnya.
Menurut Nico, perlu upaya untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada, selain mengikuti berbagai festival yang berskala nasional maupun international. Pemkab Lampung Selatan perlu membuat kegiatan pariwisata yang melibatkan operator wisata international sebagai terobosan baru.
Karena itu, diharapkan kerja sama yang dijalin antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan Republik Seychelles dalam bentuk kegiatan pariwisata ini akan dapat menjembatani semua hal tersebut.
Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza SZP, di Kalianda, Rabu (18/9), mengungkapkan bahwa pemerintah daerah setempat dapat belajar dari Republik Seychelles dalam mengemas dan memaksimalkan potensi sektor pariwisata sekaligus memperkenalkan keanekaragaman budaya yang ada kepada masyarakat internasional.
Meskipun negara kepulauan kecil, kata Rycko, Republik Seychelles mampu mengemas potensi negerinya menjadi salah satu destinasi pariwisata internasional yang banyak dikunjungi turis dari berbagai negara.
"Kita perlu belajar banyak dari negara Seychelles dalam mengembangkan sektor pariwisatanya, sehingga kunjungan turis mancanegara dapat terus meningkat setiap tahun," ujarnya.
Bupati Lampung Selatan sempat menerima kunjungan Duta Besar Republik Seychelles dalam rangka mensosialisasikan rencana gelar "Krakatoa International Festival 2014" di Kalianda, Selasa (17/9).
Menurut Rycko Menoza, pengembangan sektor pariwisata tidak akan lepas dari kearifan lokal yang dimiliki masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan.
Ia mengemukakan bahwa nilai-nilai budaya lokal menjadi salah satu modal guna menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Bumi Khagom Mufakat, selain daya tarik kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang telah mendunia.
Karena itu, ia meminta kepada seluruh jajarannya di Kabupaten Lampung Selatan untuk benar-benar mampu menjadikan berbagai kegiatan festival sebagai wadah mempromosikan potensi daerah tersebut.
Promosi Kabupaten Lampung Selatan itu, bukan hanya sektor pariwisata tapi juga potensi daerah lainnya.
"Festival diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tapi harus mampu memberikan dampak lanjutan bagi promosi potensi daerah. Hal itu harus dilakukan pada ajang Festival Krakatau 2013 yang akan digelar di Lampung Selatan," katanya.
Duta Besar Republik Seychelles, Nico Barito mengungkapkan banyak potensi yang bisa dipromosikan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Lampung Selatan.
Salah satunya, menurut dia, yakni sejarah tentang letusan Gunung Krakatau yang telah mendunia dengan kedahsyatannya. Bahkan saat ini kawasan Gunung Anak Krakatau itu juga telah menjadi salah satu "ikon" dunia yang berada di Indonesia khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.
Hanya saja, menurut pria kelahiran Kalimantan yang mahir berbahasa Indonesia itu, perlu adanya kemasan yang baik sehingga sejarah terkait kawasan Gunung Anak Krakatau itu dapat dijual sebagai destinasi pariwisata untuk skala internasional.
Apalagi Kabupaten Lampung Selatan juga memiliki budaya lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri.
"Tentunya mengelola sektor pariwisata tidak hanya dalam bentuk penyediaan infrastruktur pendukungnya. Namun juga perlu adanya hal unik yang bisa menjadi satu daya tarik orang untuk datang, dengan kemasan yang baik," ujarnya.
Menurut Nico, perlu upaya untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada, selain mengikuti berbagai festival yang berskala nasional maupun international. Pemkab Lampung Selatan perlu membuat kegiatan pariwisata yang melibatkan operator wisata international sebagai terobosan baru.
Karena itu, diharapkan kerja sama yang dijalin antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan Republik Seychelles dalam bentuk kegiatan pariwisata ini akan dapat menjembatani semua hal tersebut.
Pewarta : Kristian Ali
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Termasuk Toyota dan Honda, deretan mobil baru akan ditampilkan di IIMS 2026
27 January 2026 21:38 WIB
Ganda campuran Bimo/Arlya melaju ke perempat final Indonesia International Challenge
13 November 2025 18:08 WIB
FMIPA gelar international workshop, bahas analisis data pembangunan berkelanjutan
14 October 2025 10:34 WIB
Empat pebulutangkis tunggal putra Indonesia ke 16 besar Thailand International Series
07 August 2025 5:25 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022