Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung siap menerjunkan sebanyak 9.668 petugas pendataan lapangan untuk pelaksanaan Sensus Pertanian 2013, pada 1-31 Mei 2013 yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia.

Kepala BPS Lampung Drs Ahmad Jaelani MSc, didampingi Kepala BPS Kabupaten Lampung Selatan Wintarti Diah Indriyani dalam Dialog Pagi disiarkan RRI Pro-1 di Bandarlampung, Jumat, menegaskan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan Sensus Pertanian (ST) 2013 yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, terutama melatih para petugas lapangan yang akan langsung mendatangi satu per satu responden yang diperlukan.

Jaelani dalam dialog dipandu presenter RRI Bandarlampung Thohir Saleh dengan pembahas redaktur LKBN ANTARA Biro Lampung itu menjelaskan, sejumlah persiapan pelaksanaan ST 2013 itu, di antaranya rekrutmen calon petugas, pelatihan instruktur (training of trainer/ToT), pendistribusian instrumen sensus, dan sosialisasi ke masyarakat.

Sebelum turun ke lapangan, petugas sensus terlebih dahulu dilatih secara khusus, untuk memahami metodologi sensus, konsep/definisi setiap variabel yang ditanyakan, termasuk etika dan tatacara berwawancara, ujar dia.

Selanjutnya petugas pendataan lapangan itu akan langsung melakukan pendataan dari rumah ke rumah (door to door) untuk mendatangi dan mewawancarai responden yang diperlukan, kata dia pula.

"Sensus Pertanian 2013 ini merupakan tugas besar sesuai amanat UU Nomor 16 Tahun 1997 untuk yang keenam kalinya, setelah dilaksanakan pertama kali tahun 1963 dan berulang setiap sepuluh tahun sekali," ujar Jaelani.

Dia menerangkan bahwa sasaran pendataan ST 2013 atau responden adalah seluruh usaha pertanian baik pada rumah tangga, perusahaan pertanian maupun usaha pertanian di pesantren/seminari, lembaga pemasyarakatan, barak militer, dan unit pelaksana teknis.

Kegiatan yang dicakup dalam ST 2013 meliputi enam subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan, kata dia lagi.

Tema ST 2013 adalah "Menyediakan Informasi untuk Masa Depan Petani yang Lebih Baik" dengan hasil berupa informasi kondisi pertanian terkini, di antaranya jumlah usaha pertanian, rumah tangga pertanian menurut subsektor, rumah tangga pertanian menurut pengguna lahan, luas lahan, jumlah petani gurem, jumlah ternak, keadaan sosial ekonomi rumah tangga petani, dan sejumlah informasi serta data diperlukan lainnya.

"Hasil ST 2013 diharapkan akan memberikan informasi yang bermanfaat tidak saja bagi pemerintah tapi juga dunia usaha dan masyarakat dalam pengambilan kebijakan yang tepat sebagai upaya mewujudkan masa depan petani yang lebih baik di Bumi Ruwa Jurai Lampung maupun Indonesia umumnya," kata Jaelani.

Menurut Kepala BPS Lampung Selatan Wintarti Diah Indriani, khusus di Kabupaten Lampung Selatan siap diterjunkan sebanyak 1.280 orang petugas lapangan ST 2013 yang pada pertengahan April 2013 akan mendapatkan pelatihan secara khusus untuk bekal mereka menjadi pencacah.

Petugas lapangan ST 2013 itu, kata dia, diprioritaskan warga setempat yang memenuhi persyaratan, di antaranya lulusan SLTA, bisa melakukan wawancara dengan baik, berperilaku baik, dan mampu menulis secara jelas, baik dan mudah dibaca.

"Kami tegaskan bahwa semua data tentang responden akan dirahasiakan dan tidak berkaitan sama sekali dengan urusan pajak yang bersangkutan, sehingga diharapkan semua pihak dapat mendukung dengan memberikan jawaban secara jujur dan objektif sesuai kondisi yang bersangkutan," kata Jaelani menambahkan pula.

Dia menegaskan bahwa kualitas data hasil ST 2013 maupun data statistik lainnya, selain ditentukan oleh penyelenggara, juga ditentukan oleh masyarakat yang menjadi responden, sehingga sangat diperlukan jawaban yang jujur sebenarnya kepada petugas lapangan yang mendata mereka.

Kepala BPS Lampung itu menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan sektor penting di Lampung maupun secara nasional, dengan kontribusi bagi pendapatan bruto (PDRB) Lampung tahun 2012 mencapai 35,92 persen, dan penduduk yang bekerja di sektor pertanian di daerah ini sebanyak 48,31 persen (Agustus 2012).

Lampung juga merupakan salah satu sentra utama penghasil pangan di Indonesia, sehingga produksi pangan dari Lampung berpengaruh atas ketersediaan pangan nasional.

Pada tahun 2012, produksi padi dari Lampung sebesar 3,093 juta ton gabah kering giling (GKG) yang menempati peringkat ketujuh nasional.

Produksi jagung Lampung tahun 2012 mencapai 1,741 juta ton pipilan kering yang menempati peringkat ketiga nasional, dan produksi ubi kayu mencapai 8,134 juta ton ubi basah dengan memberikan kontribusi terbesar dalam produksi ubi kayu nasional yang merupakan peringkat pertama mencapai 34 persen.