Bukit Camang Ditambang Gunakan Alat Berat
Jumat, 21 Desember 2012 14:27 WIB
Aktivitas penambangan di Bukit Camang tetap marak, dan kini menggunakan peralatan berat. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Bukit Camang yang merupakan kawasan konservasi di wilayah Kota Bandarlampung, dalam seminggu terakhir kembali ditambang dengan menggunakan peralatan berat sehubungan tingginya permintaan atas bebatuan untuk kegiatan pembangunan di daerah itu.
Berdasarkan pantauan di kawasan Bukit Camang, Bandarlampung, Jumat, lalu lintas kendaraan pengangkut bebatuan dan tanah dari kawasan lindung itu menuju Jalan Lintas Sumatera ruas Rajabasa-Panjang Bandarlampung juga makin padat, sehingga mengganggu kelancaran dan keamanan pengguna jalan.
Permintaan atas bebatuan dan tanah urukan cukup tinggi belakangan ini, dan sekarang tengah dilakukan pelebaran dan perbaikan Jalinsum ruas Rajabasa-Panjang Bandarlampung. Ruas Jalinsum sepanjang 18,5 km itu dilebarkan dengan menggunakan dana APBN dan pinjaman dari Bank Dunia.
Bukit Camang merupakan kawasan konservasi, namun ekskavator mulai digunakan secara terang-terangan untuk menggali material bukit itu karena lemahnya penindakan dari jajaran Pemkot Bandarlampung dan aparat kepolisian.
Kondisi bukit itu kini makin rusak parah, dan dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan para penambang, terutama saat kondisi cuaca hujan.
Puluhan bahkan ratusan orang menggantungkan kehidupan perekonomiannya dari kegiatan penambangan batu dan tanah dari bukit tersebut.
Penambangan ilegal itu telah berulangkali disorot para pegiat lingkungan, seperti Walhi Lampung, namun aktivitas itu tetap berlangsung. Pemkot Bandarlampung dua tahun lalu telah menegaskan bahwa, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan penambangan di Bukit Camang.
Sehubungan penambangan cenderung makin marak, banyak kalangan mengharapkan Pemkot Bandarlampung bertindak tegas untuk menghentikan aktivitas tersebut.
Berdasarkan pantauan di kawasan Bukit Camang, Bandarlampung, Jumat, lalu lintas kendaraan pengangkut bebatuan dan tanah dari kawasan lindung itu menuju Jalan Lintas Sumatera ruas Rajabasa-Panjang Bandarlampung juga makin padat, sehingga mengganggu kelancaran dan keamanan pengguna jalan.
Permintaan atas bebatuan dan tanah urukan cukup tinggi belakangan ini, dan sekarang tengah dilakukan pelebaran dan perbaikan Jalinsum ruas Rajabasa-Panjang Bandarlampung. Ruas Jalinsum sepanjang 18,5 km itu dilebarkan dengan menggunakan dana APBN dan pinjaman dari Bank Dunia.
Bukit Camang merupakan kawasan konservasi, namun ekskavator mulai digunakan secara terang-terangan untuk menggali material bukit itu karena lemahnya penindakan dari jajaran Pemkot Bandarlampung dan aparat kepolisian.
Kondisi bukit itu kini makin rusak parah, dan dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan para penambang, terutama saat kondisi cuaca hujan.
Puluhan bahkan ratusan orang menggantungkan kehidupan perekonomiannya dari kegiatan penambangan batu dan tanah dari bukit tersebut.
Penambangan ilegal itu telah berulangkali disorot para pegiat lingkungan, seperti Walhi Lampung, namun aktivitas itu tetap berlangsung. Pemkot Bandarlampung dua tahun lalu telah menegaskan bahwa, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan penambangan di Bukit Camang.
Sehubungan penambangan cenderung makin marak, banyak kalangan mengharapkan Pemkot Bandarlampung bertindak tegas untuk menghentikan aktivitas tersebut.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Bandarlampung hentikan sementara aktivitas pengerukan bukit di Sukabumi
10 November 2025 19:09 WIB
Bharata Muda dan Bukit Asam petik kemenangan di Kejurnas Voli U-19 Bandarlampung
09 December 2024 0:50 WIB, 2024
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025