Washington (ANTARA/Reuters) - Tak ada bukti wanita tuna susila secara khusus mengincar agen Dinas Rahasia AS di Kolombia pada April, kata Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri di DPR AS, Peter King Rabu (2/5).
        
Berhubungan dengan WTS di negara seperti Kolombia, tempat ada banyak kelompok narkotika-teroris dapat membawa risiko dibius, dibunuh, terlibat skandal atau diperas, kata King di dalam satu wawancara telepon.
        
"Membawa mereka ke hotel yang diamankan pada malam kedatangan presiden tak masuk akal buatku," kata anggota partai Republik dari New York tersebut.
        
Sembilan dari 12 perempuan dalam peristiwa itu, yang menjerumuskan Dinas rahasia ke dalam skandal terburuknya dalam sejarah, dibayar oleh agen Dinas Rahasia, katanya.
        
"Itu tampaknya tidak didalangi," kata King mengenai perempuan yang terlibat, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Kamis. "Satu hal yang kami selidiki secara seksama ialah apakah perempuan tersebut mengincar orang-orang ini, atau tidak. Tampaknya tak ada bukti mengenai itu."
   
King menerima tanggapan dari Dinas Rahasia atas suratnya yang mengajukan 50 pertanyaan mengenai skandal yang melibatkan puluhan pegawai lembaga itu, yang melindungi presiden dan wakil presiden serta keluarganya.
        
Setelah menerima keterangan tersebut, komitenya berencana mempercepat penyelidikannya.
        
Peristiwa saat agen Dinas Rahasia AS membawa perempuan ke kamar hotel mereka pada malam kedatangan Presiden Barack Obama di Cartagena untuk menghadiri pertemuan puncak utama mencuatkan keprihatinan keamanan dan berakhir dengan membuat keruh pertemuan itu.