Militer Belum Selamatkan Wartawan Prancis
Kamis, 3 Mei 2012 8:42 WIB
Florencia, Kolombia (ANTARA/AFP) - Militer Kolombia menyatakan, Rabu, belum ada rencana untuk melakukan upaya penyelamatan wartawan Prancis Romeo Langlois, yang dikabarkan ditangkap oleh pemberontak FARC.
"Kami tidak akan melakukan sesuatu yang bisa membahayakan nyawa Romeo," kata Kolonel Jamil Gutierrez, komandan brigade pemberantasan narkoba, kepada AFP, dengan menambahkan bahwa pasukan keamanan terus melakukan segala upaya untuk menemukannya.
Langlois, seorang pewarta berusia 35 tahun yang bekerja untuk jaringan televisi global France 24, menyertai pasukan pemerintah ketika bentrokan meletus Sabtu dengan gerilyawan FARC di wilayah selatan Caqueta, setelah pasukan menghancurkan lima laboratorium penghasil kokain yang berdekatan.
Ia hilang di daerah Florencia, 600 kilometer sebelah selatan Bogota, setelah bentrokan itu.
Jendral Angkatan Darat Javier Rey mengatakan kepada AFP, militer akan bertemu dengan Komite Internasional Palang Merah untuk membahas kemungkinan pembebasan Langlois. Palang Merah di masa silam memfasilitasi pembebasan sandera.
"Seluruh wartawan di dunia harus bersama-sama menuntut pembebasannya," kata jendral itu kepada AFP.
"Kami tidak akan melakukan sesuatu yang bisa membahayakan nyawa Romeo," kata Kolonel Jamil Gutierrez, komandan brigade pemberantasan narkoba, kepada AFP, dengan menambahkan bahwa pasukan keamanan terus melakukan segala upaya untuk menemukannya.
Langlois, seorang pewarta berusia 35 tahun yang bekerja untuk jaringan televisi global France 24, menyertai pasukan pemerintah ketika bentrokan meletus Sabtu dengan gerilyawan FARC di wilayah selatan Caqueta, setelah pasukan menghancurkan lima laboratorium penghasil kokain yang berdekatan.
Ia hilang di daerah Florencia, 600 kilometer sebelah selatan Bogota, setelah bentrokan itu.
Jendral Angkatan Darat Javier Rey mengatakan kepada AFP, militer akan bertemu dengan Komite Internasional Palang Merah untuk membahas kemungkinan pembebasan Langlois. Palang Merah di masa silam memfasilitasi pembebasan sandera.
"Seluruh wartawan di dunia harus bersama-sama menuntut pembebasannya," kata jendral itu kepada AFP.
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ANTARA dukung pembinaan pers mahasiswa untuk perkuat ekosistem jurnalistik
08 February 2026 10:55 WIB
Dewan Pers apresiasi keterbukaan Polri dalam terima kritik dari masyarakat
31 December 2025 14:24 WIB
PWI berkolaborasi dengan Polri gelar anugerah jurnalistik untuk sambut HPN 2026
23 November 2025 6:52 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Putin sebut Indonesia mitra kunci di Asia-Pasifik dan sahabat terpercaya di ASEAN
03 September 2026 15:44 WIB
USGS perkirakan banyak korban jiwa dan kerusakan parah di Venezuela akibat gempa
25 June 2026 8:14 WIB