Bukit Camang Tetap Dirusak
Senin, 30 Januari 2012 6:04 WIB
Ilustrasi kegiatan penambangan (Istimewa)
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Bukit Camang di daerah pinggiran kota Bandarlampung masih tetap dirusak dengan melakukan penambangan atas tanah dan bebatuannya, padahal bukit itu termasuk kawasan konservasi.
Berdasarkan pantauan dalam beberapa hari terakhir, Sabtu menunjukkan, kegiatan penambangan di bukit itu masih terus langsung.
Penambangan dilakukan oleh puluhan warga. Bebatuan dan tanah dari bukit itu kemudian diangkut menggunakan truk ke berbagai daerah di Bandarlampung.
Penambangan itu selain membahayakan keselamatan penambang dan warga setempat, juga kerap menimbulkan genangan air dan longsoran tanah ke jalan di sisi bukit itu saat hujan turun.
Tanah berlumpur itu tentu berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan, apalagi kondisi jalan yang cukup curam.
Penambangan itu juga berdampak berkurangnya daerah resapan air dan ruang terbuka hijau di Kota Bandarlampung. Di sisi bukit itu juga terdapat sekolah. Jika hujan turun maka air bercampur lumpur akan menggenangi areal sekolah itu karena lokasinya di daerah yang lebih rendah.
Penambangan ilegal itu telah berulangkali disorot para pegiat lingkungan, seperti Walhi Lampung, namun aktivitas itu tetap berlangsung hingga sekarang.
Pemkot Bandarlampung dua tahun lalu telah menegaskan bahwa, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan penambangan di Bukit Camang.
Kegiatan tambang itu telah menjadi mata pencaharian bagi puluhan bahkan ratusan orang penambang, namun dampaknya tentu akan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Menurut beberapa kalangan, penambangan itu bisa dihentikan dengan merazia truk pengangkut material yang berasal dari kawasan konservasi.
"Penambangan di kawasan konservasi tentu tidak dibolehkan. Cukup memberikan tilang kepada truk yang mengangkut material dari setiap kawasan konservasi maka kegiatan penambangan itu akan berhenti dengan sendirinya," kata Edy, salah satu warga Bandarlampung.
Berdasarkan pantauan dalam beberapa hari terakhir, Sabtu menunjukkan, kegiatan penambangan di bukit itu masih terus langsung.
Penambangan dilakukan oleh puluhan warga. Bebatuan dan tanah dari bukit itu kemudian diangkut menggunakan truk ke berbagai daerah di Bandarlampung.
Penambangan itu selain membahayakan keselamatan penambang dan warga setempat, juga kerap menimbulkan genangan air dan longsoran tanah ke jalan di sisi bukit itu saat hujan turun.
Tanah berlumpur itu tentu berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan, apalagi kondisi jalan yang cukup curam.
Penambangan itu juga berdampak berkurangnya daerah resapan air dan ruang terbuka hijau di Kota Bandarlampung. Di sisi bukit itu juga terdapat sekolah. Jika hujan turun maka air bercampur lumpur akan menggenangi areal sekolah itu karena lokasinya di daerah yang lebih rendah.
Penambangan ilegal itu telah berulangkali disorot para pegiat lingkungan, seperti Walhi Lampung, namun aktivitas itu tetap berlangsung hingga sekarang.
Pemkot Bandarlampung dua tahun lalu telah menegaskan bahwa, pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk kegiatan penambangan di Bukit Camang.
Kegiatan tambang itu telah menjadi mata pencaharian bagi puluhan bahkan ratusan orang penambang, namun dampaknya tentu akan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Menurut beberapa kalangan, penambangan itu bisa dihentikan dengan merazia truk pengangkut material yang berasal dari kawasan konservasi.
"Penambangan di kawasan konservasi tentu tidak dibolehkan. Cukup memberikan tilang kepada truk yang mengangkut material dari setiap kawasan konservasi maka kegiatan penambangan itu akan berhenti dengan sendirinya," kata Edy, salah satu warga Bandarlampung.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Bandarlampung hentikan sementara aktivitas pengerukan bukit di Sukabumi
10 November 2025 19:09 WIB
Bharata Muda dan Bukit Asam petik kemenangan di Kejurnas Voli U-19 Bandarlampung
09 December 2024 0:50 WIB, 2024
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025