1.500 pelajar pecahkan rekor MURI buat mural di 8 jembatan

id rekor muri,pelajar melukis mural,mural di jembatan layang

Wali Kota Bandarlampung Herman Saat menghadiri kegiatan melukis mural tiang-tiang Jembatan Layang (Fly Over), di Bandarlampung, Kamis (18/7/2019) (Humas Pemkot Bandarlampung)

Bandarlampung (ANTARA) - Sebanyak 1.500 pelajar SMP di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung memecahkan rekor MURI (Museum Rekor-Dunia Indonesia) dengan membuat mural di delapan jembatan layang (fly over) yang ada di kota setempat.

"Kegiatan ini tercatat oleh kami 1.500 pelajar yang mengikuti kegiatan melukis di tiang-tiang jembatan layang dan itu telah memecahkan rekor MURI," kata Senior Manager MURI Jusuf Ngadri, di Bandarlampung, Kamis.

Menurut dia, belum ada provinsi lain di Indonesia yang menggelar kegiatan membuat mural dengan jumlah peserta terbanyak dari pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ia mengatakan, bahwa sangat mengagumi apa yang dilakukan oleh ribuan pelajar ini sebab yang mereka tonjolkan adalah kekayaan dan budaya Lampung seperti melukis pola hewan Lampung, arsitektur Lampung, dan sesuatu yang sangat iconic tentang Lampung.

Walikota Bandarlampung Herman HN mengatakan, kegiatan melukis mural yang dilakukan pelajar SMP se-Bandar Lampung itu masih dalam rangkaian HUT Kota Bandarlampung ke-337.

"Ide dari event tersebut digagas oleh ketua TP-PKK Bandar Lampung Eva Dwiana Herman HN," kata dia.

Ia mengatakan, bahwa sudah sejak dari Desember 2014 fly over yang berada di kota ini terlihat kumuh sehingga ketua TP PKK Eva Dwiana Herman HN mengajukan usulan untuk menggelar mural di jembatan layang ini agar lebih terlihat terang dan bersih.

Menurut Wali Kota Bandarlampung itu, dengan adanya kegiatan ini dan mendapat Rekor MURI  diharapkan banyak pemuda dan kaum milenial yang mempunyai kreativitas tinggi untuk membangun kota ini.

Baca juga: Mural Jakarta International Velodrome, spot "instagramable" anak muda
Baca juga: Disiapkan Rp100 juta untuk pemenang mural Asian Games
 

Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar