Masa tanggap darurat banjir Konawe Utara diperpanjang dua pekan

id banjir

Foto udara alat berat memperbaiki jalan dan jembatan Ameroro yang menjadi penghubung jalan Trans Sulawasi antara Sulawesi Tenggara-Sulawasi Selatan yang rusak akibat banjir di Kecamatan Uepai, Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu (16/6/2019).ANTARA FOTO/Jojon/aww/pri

Kendari (ANTARA) - Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Ruksamin, memperpanjang masa tanggap darurat di wilayahnya menyusul musibah banjir bandang yang melanda daerah tersebut sejak 2 Juni 2019.

Kabag Humas Pemkab Konawe Utara, La Ode Aminuddin, ketika dihubungi dari Kendari, Senin petang menyebutkan berdasarkan data dari BNPB Konawe Utara dinyatakan bahwa tanggap darurat diperpanjang 14 hari terhitung  mulai 16 Juni hingga 29 Juni 2019.

Berdasarkan data dari BNPB Kabupaten Konawe Utara, jumlah pengungsi warga yang terdampak bencana banjir tersebut sebanyak 2.217 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 8.515 jiwa, sedangkan yang terdampak banjir di 47 desa dan empat kelurahan yang tersebar di enam kecamatan sebanyak 18.765 orang.

Baca juga: 5.888 jiwa warga Konawe Utara masih bertahan di tempat pengungsian

Enam kecamatan yang tergenang air akibat meluapnya tiga sungai yaitu Sungai Lalindu, Sungai Walasolo, dan Sungai Wadambali adalah Kecamatan Andowia, Kecamatan Asera, Kecamatan Landawe, Kecamatan Langgikima, Kecamatan Oheo, Kecamatan Wiwirano, dan Kecamatan Motul.

Selain mengakibatkan warga mengungsi, banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara ini juga mengakibatkan 370 unit rumah hanyut dan 1.837 unit terendam air. Pada saat banjir melanda, ketinggian air mencapai tiga hingga empat meter. Kemudian delapan bangunan masjid terendam air.

Sedangkan fasilitas umum yang terdampak banjir ini meliputi empat buah jembatan hanyut, satu buah terendam air kemudian empat unit puskesmas, tiga unit puskesmas pembantu, satu unit gudang obat, kemudian tiga pasar tradisional, serta satu ruas jalan Trans Sulawesi.

Kemudian Sekolah Dasar yang terendam air sebanyak 10 unit, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak tiga unit, dan Taman Kanak-Kanak sebanyak 17 unit.

Baca juga: Relawan berjuang bantu korban banjir Konawe Utara

Sedangkan kerugian pertanian dan perikanan meliputi 970,3 hektare areal persawahan terendam banjir, 83,5 hektare areal tanaman jagung juga terendam air, dan lainnya seperti sebanyak 11 hektare, serta areal tambak yang tergenang air sebesar 420 hektare.

Personel yang dilibatkan dalam penanganan banjir di Konawe Utara sebanyak 506 orang yang terdiri dari BPBD Provinsi (9 orang), BPBD KOnawe Utara (29 orang), Kodim, Korem, Polairud, Brimob, Basarnas, Polri, Tagana, PMI, dan Pramuka.

Baca juga: Pemkab Konawe Utara belum hitung kerugian materi akibat banjir

Pewarta : Hernawan Wahyudono
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar