Rumah tokoh adat Distrik Bonggo-Papua dibangun bersama warga dan TNI

id Babinsa Bonggo bersama warga bangun rumah tokoh adat,Kodam XVII/Cenderawasih, Papua

Prajurit TNI Babinsa Koramil 1712-06/Bonggo Sertu Elieser Bach bersama dua rekannya bergotong royong bersama warga membangun rumah tokoh adat atau Ondoafi Yesepus di Kampung Rotea, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua. (FOTO ANTARA/HO-Dokumen Penrem 172/PWY)

Jayapura (ANTARA) - Rumah tokoh adat atau Ondoafi Yesepus di Kampung Rotea, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua dibangun bersama antara warga dengan prajurit TNI, yakni bintara pembina desa (babinsa) Koramil 1712-06/Bonggo.

Babinsa Koramil 1712-06/Bonggor, Sersan Satu (Sertu) Elieser Bach bersama dua rekannya, pada Jumat (14/6)  bergotong royong bersama warga membangun rumah tokoh adat atau Ondoafi Yesepus di Kampung Rotea, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi.

Elieser Bach. menjelaskan bahwa warga Kampung Rotea merupakan kampung cikal bakal dari wilayah Bonggo Timur atau juga kampung yang paling tua dari kampung lainnya dan memiliki sejarah dalam silsilah adat setempat.

"Oleh sebab itu dalam adat istiadat budaya yang ada, rumah Ondoafi Kampung Rotea dibangun secara tradisional oleh warganya, dan kami membantu," katanya.

Ia mengatakan pembangunan rumah ondoafi ini merupakan tanggung jawab bersama sebagai wujud penghormatan kepada tokoh adat yang menjadi panutan di tengah lingkungan masyarakat.

"Rumah Ondoafi ini kita bangun dengan bergotong royong bersama masyarakat untuk menjaga kelestarian adat dan budaya kampung ini secara turun temurun. Ini juga sebagai bagian dalam menjaga kearifan lokal budaya kampung ini," kata Elieser.

Sementara itu, Ondoafi Kampung Rotea, Yesepus mengatakan pembangunan rumah ini adalah bagian dari tradisi adat istiadat yang sudah manjadi budaya masyarakat di kampung itu.

"Sesuai adat, rumah ini dibangun oleh masyarakat, dan puji syukur Babinsa Koramil Bonggo mau memimpin masyarakat untuk mendirikan rumah ondoafi," katanya.

Pembangunan rumah Ondoafi Kampung Rotea dibangun di atas lahan tanah adat dan didirikan layaknya rumah panggung dengan bahan baku kayu sehingga akan menggambarkan sebagai rumah tradisonal yang tidak lepas dari adat dan budaya Kampung Rotea.

Selaku ondoafi, Yesepus mengucapkan terima kasih atas kerja keras Babinsa dalam memimpin masyarakat untuk mendirikan rumah Ondoafi di kampungnya.

"Saya sangat berterima kasih atas bantuan bapak-bapak Babinsa yang sudah mempimpin masyarakat untuk membangun rumah ondoafi, semoga upaya dan kerja keras Babinsa dan masyarakat menjadi berkat bagi kita semua masyarakat kampung ini," katanya.

Baca juga: Masyarakat Adat Moi Kelim sukses jaga laut dengan Egek

Baca juga: Lima kabupaten di Papua siapkan pengajuan 600.000 ha hutan adat

Baca juga: Masyarakat adat minta dilibatkan dalam perundingan Freeport

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar