KAI Daop Jember berangkatkan penumpang arus balik Lebaran gratis

id tiket kereta gratis,angkutan lebaran,daop 9 jember

Penumpang naik KA Tawangalun dalam program angkutan arus balik Lebaran 2019 secara gratis di Stasiun Jember, pada Jumat (7/6) (Humas KAI Daop 9 Jember)

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 9 Jember memberangkatkan ribuan penumpang angkutan arus balik Lebaran 2019 secara gratis yang merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur - PT KAI dengan pemberangkatan perdana pada Jumat.

"Hari ini ada dua KA untuk program angkutan arus balik Lebaran gratis yakni KA Tawangalun rute Banyuwangi-Malang dan KA Probowangi rute Banyuwangi-Surabaya," kata Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Luqman Arif di Kabupaten Jember.

Menurutnya antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas mudik dan balik gratis untuk naik kereta api cukup tinggi selama masa angkutan mudik dan balik Lebaran 2019 karena hal tersebut terbukti tiket yang disediakan langsung habis dalam beberapa hari saja, sejak dibuka pemesanan pada 1 April 2019.

"Kereta arus balik Lebaran gratis KA Probowangi dan KA Tawangalun untuk perjalanan selama empat hari sejak tanggal 7 Juni hingga 10 Juni 2019," tuturnya.

Ia menjelaskan PT KAI menyediakan sebanyak 4.240 tiket kereta api gratis tersebut terdiri dari 2.120 tiket KA Probowangi dan 2.120 tiket KA Tawangalun yang habis dalam hitungan tiga hingga empat hari.

"Jumlah tiket kereta gratis yang disediakan pada Lebaran tahun 2019 meningkat dibandingkan pada Lebaran 2018 yang berjumlah sebanyak 3.000 tiket, sehingga hal tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat," katanya.

Tidak hanya tiket arus balik Lebaran gratis yang habis, Luqman mengatakan tiket kereta api untuk kelas ekonomi sudah terjual habis untuk keberangkatan hingga Minggu (9/6) di sejumlah stasiun wilayah kerja PT KAI Daop 9 sepanjang Pasuruan hingga Banyuwangi.

"Untuk tiket kereta api komersial kelas eksekutif dan bisnis terjual 90 persen dan diprediksi akan habis menjelang masa keberangkatan. Hal itu berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar