Trump bantah berbeda pendapat dengan pembantunya soal kebijakan Iran

id Presiden Trump,Para penasihat top,kebijakan luar negeri AS,Soal Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat membantah telah terjadi gesekan di dalam para penasihat kebijakan luar negerinya mengenai Iran.

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Jumat membantah telah terjadi gesekan di dalam para penasihat kebijakan luar negerinya mengenai Iran, dengan secara khusus memberikan pernyataan mendukung penasehat keamanan nasional Gedung Putih John Bolton dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Trump menyatakan kekesalannya atas berbagai laporan di media yang menyebutkan dia meradang terhadap para penasihatnya dan secara pribadi menyatakan keprihatinan bahwa mereka berusaha mengarahkannya untuk berperang melawan Iran.

Para pejabat AS mengatakan pada Kamis bahwa Trump telah memberitahu para penasihatnya, termasuk penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan, bahwa dia tidak ingin terlibat dalam perang melawan Iran.

"(Media berita) menyiarkan pesan-pesan bahwa saya marah kepada orang-orang saya. Saya membuat keputusan-keputusan saya sendiri," ujar Trump di satu acara di Washington. "Mike Pompeo melakukan tugas yang baik. Bolton melakukan tugas yang baik."

Selama kampanye kepresidenan tahun 2016, Trump berjanji tidak ingin terlibat dalam konflik di luar negeri setelah perang-perang di luar negeri seperti di Afghanistan dan Irak dianggapnya mahal.

Tetapi dia juga telah menyatakan akan melakukan apa saja untuk melindungi kepentingan AS di luar negeri. Pengerahan sebuah kapal induk yang membawa pesawat-pesawat tempur baru-baru ini ke Teluk telah menaikkan ketegangan di kawasan itu dan menaikkan ketakutan akan terjadi konflik bersenjata.

Trump telah menyetujui sanksi-sanksi terhadap Teheran yang bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi Iran dan memaksa para pemimpin Iran berunding. AS menginginkan Iran meninggalkan program peluru kendali balistik dan nuklirnya dan menghentikan aktivitas-aktivitas lain yang diyakini membuat Timur Tengah tak stabil.

Sumber: Reuters

 

Pewarta : Mohamad Anthoni
Editor: Eliswan Azly
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar