Trump: Iran akan sangat menderita jika main-main dengan kepentingan AS

id Minyak Iran, Sanksi AS,Donald Trump,Perjanjian nuklir

Ilustrasi : Presiden Donald Trump pada Rabu (8/5/2019) memerintahkan sanksi baru terhadap Iran, kali ini menargetkan sektor logam industri. (Foto: Istimewa)

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin memperingatkan Iran bisa  "sangat menderita" jika pihaknya menargetkan kepentingan AS, setelah Washington mengerahkan kapal induk dan pesawat tempur lainnya di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dengan Teheran.

"Kita lihat apa yang akan terjadi dengan Iran. Jika mereka melakukan sesuatu, itu akan menjadi kesalahan yang sangat fatal," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih. "Jika mereka melakukan sesuatu mereka akan sangat menderita."

Pernyataan Trump muncul setelah Uni Emirat Arab melaporkan bahwa empat kapal dagang mereka telah disabotase pada Minggu di dekat pelabuhan Fujairah, yang terletak di luar Selat Hormuz. Iran berupaya mengelak dari insiden tersebut.

Washington tahun lalu mundur dari perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia, yang bertujuan mengekang rencana nuklir Teheran. Sejak itulah, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Iran, dengan mengatakan ingin memangkas ekspor minyak Iran hingga ke tingkat nol.

Sumber: Reuters
Baca juga: Pejabat AS sebut pasar minyak global siap untuk akhiri ekspor Iran
Baca juga: Iran seru pertemuan komisi untuk bahas sanksi AS
Baca juga: Trump jatuhkan sanksi baru ke Iran, kali ini sasar industri logam


Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Maria D Andriana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar