Wakil PM China tiba di Washington untuk perundingan dagang lanjutan

id Wakil PM China,perundingan dagang,perang dagang,donald trump ,Liu He

Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China, Liu He di Gedung Putih, Washington, D.C., 17 Mei 2018. (Foto: Gedung Putih)

Washington (ANTARA) - Wakil Perdana Menteri (PM) China Liu He tiba di Washington pada Kamis (9/5/2019) untuk konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi putaran ke-11 dengan pihak Amerika Serikat (AS).

Liu mengatakan kepada wartawan pada saat kedatangannya bahwa dia datang ke Washington dengan tulus, mengatakan bahwa dalam keadaan khusus saat ini dia berharap untuk terlibat dalam pertukaran yang rasional dan jujur dengan pihak AS.

Liu yang juga anggota Biro Politik Partai Komunis, Komite Sentral China dan Ketua Tim China dalam dialog ekonomi yang komprehensif China dan AS. China percaya bahwa menaikkan tarif bukan solusi untuk masalah, kata Liu, mencatat bahwa itu berbahaya bagi China, AS, dan seluruh dunia.

Sebelumnya, seperti dilaporkan Reuters, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Rabu (8/5/2019) bahwa ia akan dengan senang hati mempertahankan tarif impor China ketika kedua negara mempersiapkan pembicaraan baru untuk mencoba menyelamatkan kesepakatan perdagangan yang goyah di tengah peningkatan tajam bea masuk AS.

Kantor Perwakilan Dagang AS mengumumkan bahwa tarif barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS akan meningkat menjadi 25 persen dari 10 persen pada Jumat (10/5/2015) pukul 00.01 waktu setempat (04.01) GMT, tepat di tengah dua hari pertemuan antara Wakil Perdana Menteri China Liu He dan pejabat perdagangan utama Trump di Washington.

Beijing mengumumkan akan membalasnya jika tarif naik. "Pihak China sangat menyesalkan jika langkah-langkah tarif AS diterapkan, China akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan," kata Kementerian Perdagangan China di situs web-nya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Dua ekonomi terbesar di dunia itu terlibat dalam perang tarif yang ketat sejak Juli 2018 atas tuntutan AS bahwa kekuatan Asia itu harus mengadopsi perubahan kebijakan yang antara lain akan lebih melindungi kekayaan intelektual Amerika dan membuat pasar China lebih mudah diakses oleh perusahaan-perusahaan AS. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga minyak "rebound," Trump hidupkan kembali harapan investor

Baca juga: Dolar melemah dipicu kekhawatiran konflik dagang AS-China memanas

Baca juga: Wall Street ditutup turun, investor khawatir perdagangan global


 

Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar