Kondisi ini menyebabkan PLN Batam terpaksa melakukan pemadaman bergilir
Batam (ANTARA) - PT Pelayanan Listrik Nasional (Bright PLN) Batam optimistis sistem kelistrikan koridor
Batam-Bintan akan kembali normal pada pekan pertama Mei 2019.

Sekretaris Perusahaan Bright PLN Batam
Deni di Batam, Kamis menyatakan, pihaknya akan mengoperasikan kembali turbin gas PLTGU DEB dan PLTU UNIT 2 Tanjungkasam, demi memastikan keandalan sistem kelistrikan Batam-Bintan.

"Direncanakan sistem kelistrikan Batam-Bintan akan kembali normal pada minggu pertama awal bulan Mei," kata dia.

Ia menyatakan, pemadaman listrik yang terjadi bergilir di Kota Batam, terjadi karena kerusakan pembangkit, tidak ada hubungannya dengan kenaikan tarif listrik.

Kerusakan bermula pada pertengahan Maret 2019, satu turbin gas PLTGU DEB daya 80 MW milik IPP PT Dalle Energi Batam
mengalami gangguan, sehingga pembangkit itu hanya dapat dioperasikan 40 MW.

Akibat dari kerusakan itu, maka cadangan daya sistim kelistrikan Batam-Bintan turun dari 60 MW menjadi 20 MW.

"Dalam kondisi cadangan daya sistem kelistrikan Batam-Bintan yang minim, pada periode Maret-April 2019 juga terjadi gangguan atau kerusakan pembangkit yang bersifat minor," kata dia melanjutkan.

Gangguan minor antara lain kerusakan PLTG TM2500 akibat vibrasi, gangguan atau kerusakan PLTU Tanjung Kasam, gangguan petir yang menyebabkan PLTGU Tanjung Uncang terganggu.

Akibatnya, pada saat terjadi gangguan pembangkit tersebut, sistem kelistrikan Batam-Bintan kekurangan pasokan listrik.

Kemudian, pada akhir April 2019, PLTU unit 2 Tanjung Kasam mengalami kerusakan boiler sehingga pembangkit tersebut harus diperbaiki. Kejadian itu menyebabkan pasokan daya listrik pembangkit ke sistem kelistrikan Batam-Bintan berkurang 10 persen hingga 13 persen dari kebutuhan pada beban puncak.

"Kondisi ini menyebabkan PLN Batam terpaksa melakukan pemadaman bergilir," kata dia.

Di tempat yang sama Vice President Public Relations Bright PLN Batam Samsul Bahri mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar sistem kelistrikan lancar.

Upaya yang dilakukan antara lain perbaikan turbin gas PLTGU DEB dengan mendatangkan atau sewa generator gas dari Siemens Inggris.

"Setelah tiba di Batam maka akan dilakukan pemasangan serta komisioning dan diharapkan masuk ke dalam sistem Batam tanggal 5 Mei 2019," kata dia.

Selain itu, Bright PLN Batam juga melakukan pembelian daya berlebih dari PT Panbil sebesar 3,5 MW dan mengoperasikan seluruh pembangkit cadangan di antaranya PLTD berbahan bakar MFO dan HSD/B20.

Ia mengatakan selama pemadaman bergilir dilakukan, pihaknya akan menginformasikan jadwal, maksimum satu hari sebelum pemadaman terjadi.

Pengumuman dilakukan melalui grup
pelanggan, radio, website dan media sosial.

"Atas terjadinya gangguan pasokan listrik ke pelanggan di Pulau Batam dan Pulau Bintan, PLN Batam menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh stakeholders listrik. PLN Batam akan selalu melakukan upaya terbaik dalam memberikan layanan listrik yang berkualitas," kata dia.
​​​​​​​
Baca juga: Fasilitas komputer-listrik jadi kendala UNBK di pulau-pulau penyangga

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2019