Bawaslu Papua usulkan pemilu susulan di Distrik Wandai

id Bawaslu Papua usulkan pemilu susulan di Distrik Wandai,pemilu susulan,bawaslu papua,distrik wandai kabupaten intan jaya,pemilu 2019

Anggota Bawaslu Provinsi Papua Ronald Manoach (ANTARA News Papua / Hendrina Dian Kandipi)

Jayapura (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua mengusulkan dilaksanakannya pemilihan umum susulan di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya.

Anggota Bawaslu Provinsi Papua Ronald Manoach melalui telepon selularnya di Jayapura, Kamis, mengatakan rekomendasi ini dikeluarkan karena tidak adanya tahapan pencoblosan yang telah berjalan.

"Dari seluruh Indonesia, khususnya Provinsi Papua hanya Distrik Wandai di Kabupaten Intan Jaya saja yang belum menggelar pemilu," katanya.

Menurut Ronald, berdasarkan informasi yang dikumpulkan Bawaslu, pengrusakan logistik yang dilakukan oknum calon legislatif dan massanya, terjadi ketika logistik baru tiba dan tahapan pemilu belum dimulai.

"Namun kami mengapresiasi KPU Provinsi Papua yang datang langsung ke Distrik Sugapa untuk menyelesaikan masalah di Distrik Wandai," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk proses pendistribusian logistik pengganti, pihaknya mengimbau KPU segera mendistribusikannya, karena untuk mencapai Distrik Wandai, logistik dari Nabire harus diterbangkan ke Sugapa dan kemudian didistribusikan kembali menggunakan pesawat ke Wandai.

Sebelumnya, ada insiden antar-calon legislatif yang berujung pada tindak kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, di mana salah satu caleg berinisial AB ditusuk dan dipukul dengan batu dan sekarang dirawat di Puskesmas Sugapa.

Dari isu yang berkembang korban meninggal, tapi setelah diperiksa ternyata pingsan dan pihaknya langsung meminta Bawaslu Intan Jaya untuk segera melakukan tindakan pencegahan karena keluarga korban sudah mengumpulkan massa untuk balas dendam.

Baca juga: Logistik PSU di Sulsel mulai didistribusikan
Baca juga: Tim terpadu Kalsel antisipasi kerawanan konflik sosial pasca pemilu

Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar