Cendekiawan soroti pengembangan SDM dan pembangunan ekonomi Indonesia

id kesetaraan gender

Sekretaris Jenderal Fokal UI Sigid Edi Sutomo berbicara kepada Antara di sela-sela diskusi tentang situasi nasional terkini di Jakarta Pusat, Rabu (24/04/2019). (ANTARA News/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Forum Koordinasi Lintas Fakultas Alumni Universitas Indonesia (Fokal UI) menyoroti berbagai isu nasional untuk mendorong kemajuan Indonesia mulai dari pengembangan sumber daya manusia (SDM) , kesetaraan gender hingga pembangunan ekonomi untuk Indonesia yang lebih maju.

"Dimulai dari keprihatinan teman-teman Fokal UI tentang bagaimana kehidupan bangsa ini terutama dalam hubungan sosial, persoalan dalam integrasi bangsa ini yang memprihatinkan, berkaitan juga dengan isu-isu lain seperti pembangunan ekonomi, sumber daya manusia, lalu juga bagaimana strategi pembangunan energi," kata Sekretaris Jenderal Fokal UI Sigid Edi Sutomo kepada Antara di sela-sela diskusi tentang situasi nasional terkini di Jakarta Pusat, Rabu.

Fokal UI juga menyoroti bagaimana merumuskan suatu strategi kebudayaan untuk memulihkan kembali atau membangun sentimen kebangsaan yang lebih kokoh terutama untuk generasi-generasi milenial.

Dia menuturkan untuk perumusan strategi dalam menghadapi berbagai isu nasional, maka dapat dilakukan dengan pendekatan multidisiplin.

Fokal UI juga melaksanakan serangkaian diskusi grup menuju Simposium Kebangsaan Alumni UI yang diadakan pada 10-11 Mei 2019. Diskusi-diskusi tersebut membahas lima tema besar, yakni pengembangan SDM, kesetaraan gender dan pemberdayaan komunitas; pembumian ideologi Pancasila, identitas dan budaya bangsa; ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan dan pemeliharaan lingkungan.

Kemudian, dua tema besar berikutnya adalah pendidikan, riset, teknologi dan kesehatan; serta tata kelola pemerintahan yang baik, penegakan hukum, pertahanan dan keamanan dan kerja sama global.

Hasil diskusi dan simposium tersebut akan menjadi masukan untuk pemerintahan yang akan datang sebagai suatu kontribusi dan anak bangsa.

Baca juga: Emil Salim: pola pembangunan kapitalisme harus diubah

Baca juga: Kesetaraan gender dorong produktivitas dan pertumbuhan bisnis

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar