Tingkat partisipasi masyarakat memilih capai 83,90 persen

id Indikator politik indonesia,partisipasi pemilih,pilpres 2019,jokowi-Ma'ruf, prabowo-sandi, pemilu 2019

Tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih tercatat capai 83,90 persen. (Hanni Sofia)

Jakarta (ANTARA) - Tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih pada Pemilu 2019 tercatat mencapai 83,90 persen sebagaimana hasil yang diperoleh dalam hitung cepat Lembaga Survei Indikator Politik.

Peneliti Senior Indikator Politik Indonesia Rizka Halida di Jakarta, Rabu, mengatakan pihaknya mencatatkan prediksi dalam hitung cepat dan "exit poll" yang dilakukan selama Pemilu 2019.

"Kami memprediksikan angka partisipasi pemilih yang datang ke TPS mencapai 83,90 persen," ujarnya.

Hitung cepat dilaksanakan dengan memilih 3.000 TPS yang tersebar secara proporsional di setiap Daerah Pemilihan DPR RI dan wilayah desa-kota yang ada di Republik Indonesia.

Sample TPS dipilih dengan menggunakan metode "stratified systematic random sampling".

Dari total 3.000 TPS hitung cepat yang terpilih, sebanyak 24 TPS tidak bisa dijangkau oleh relawan "quick count", mayoritas di wilayah Indonesia Timur, terutama di Papua.

Dengan demikian hitung cepat final dilakukan di 2.976 TPS dan hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia dari 89,31 persen data yang masuk tercatat pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’uf Amin unggul 54,07 persen dan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi sebesar 45,93 persen.

"Berdasarkan penghitungan tersebut, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin memperoleh suara terbanyak 54,07 persen atau unggul signifikan dibandingkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang memperoleh 45,93 persen. Selisih perolehan suara kedua pasangan calon sebesar 8,14 persen," tuturnya.

Dengan demikian, berdasarkan hasil hitung cepat Indikator Politik Indonesia, pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin diprediksi keluar sebagai pemenang dalam Pemilihan Umum Presiden Republik Indonesia 2019.

Ia menambahkan perkiraan toleransi kesalahan (margin of error) pada hitung cepat ini ±1 persen pada tingkat kepecayaan 95 persen.

"Artinya perolehan suara kandidat dari hasil 'quick count' ini bisa bergeser ke atas atau bergeser ke bawah sebesar 1 persen," ujarnya.

Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar