Petugas di TPS korban gempa Lombok gunakan pakaian adat Sasak

id Gempa Lombok,pemilu,lombok

Petugas di TPS 01 Dusun Kekait Nyangget, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada pencoblosan Pemilu 2019 kompak menggunakan pakaian adat Suku Sasak serta mengangkat tema "pernikahan". (Foto: ANTARA News/Riza Fahriza)

Mataram (ANTARA) - Petugas di TPS 01 Dusun Kekait Nyangget, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada pencoblosan Pemilu 2019 kompak menggunakan pakaian adat Suku Sasak serta mengangkat tema "pernikahan".

Tenda yang digunakan sebagai tempat pencoblosan, ditata mirip pesta pernikahan dimana di pintu masuk dan ke luar dipasang-pasang rumbai-rumbai janur.

Untuk petugas pria menggunakan pakaian dan celana berwarna hitam-hitam serta tidak lupa kepalanya dihiasi dengan "udeng" atau ikat kepala serta di bagian pinggang terlilit songket. Sedangkan petugas wanita menggunakan pakaian kebaya khas Sasak dengan selendang yang dililitkan di pinggangnya.

"Memang tema yang diangkat oleh kami untuk menyambut pencoblosan ini, adalah pernikahan," kata anggota KPPS TPS 01, H Kholid Rusni.
 
TPS dibangun menyerupai tenda pesta pernikahan. (Riza Fahriza)


Semuanya ada tujuh petugas KPPS serta dua orang petugas linmas. "Petugas linmas juga menggunakan pakaian adat," katanya.

Ia menjelaskan alasan penggunaan pakaian adat itu, sekaligus untuk menandai yang mana petugas KPPS atau bukan. "Ini juga sebagai penanda petugas," katanya.

Dikatakan, pemilu itu harus disambut suka cita sehingga kita pun bisa melakukan kreatif dalam penampilan. "Alhamdulillah, sambutan dari warga bagus dengan pakaian kita ini," katanya sembari tersenyum.

Kreatifitas petugas KPPS itu juga, berimbang dengan tingginya animo warga untuk ikut memberikan hak suaranya di TPS 01 Kekait Nyangget.

"Sesuai DPT terdapat 186 orang yang berhak memilih. Sampai Rabu pagi sudah lebih dari 100 orang mencoblos. Angka sesuai DPT itu tidak semuanya. Bisa saja ada yang bekerja menjadi tenaga kerja di luar negeri," katanya.*

 

Pewarta : Riza Fahriza
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar