Menteri Sosial lepas 45 pendamping Komunitas Adat Terpencil

id Pendamping KAT

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua kiri) menyematkan tas dan tanda Pendamping Sosial KAT pada pelepasan pendamping di gedung Kementerian Sosial di Jakarta, Selasa (16/4/2019) (ANTARA/Desi Purnamawati)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita melepas 45 pendamping sosial Komunitas Adat Terpencil (KAT) untuk bertugas selama delapan bulan hingga setahun ke lokasi-lokasi terpencil untuk memberdayakan masyarakat.

Pelepasan Pendamping Sosial Komunitas Adat Terpencil itu dilaksanakan di lobi utama gedung Kementerian Sosial di Jakarta, Selasa dihadiri para pejabat di jajaran kementerian tersebut.

Baca juga: Mensos sebut PKH berkontribusi pada transformasi peradaban

"KAT ini salah satu program unggulan Kementerian Sosial dan menjadi salah satu upaya untuk mengentaskan salah satu jenis penyandang masalah kesejahteraan sosial dimana banyak sekali komunitas-komunitas yang hidupnya perlu diperbaiki," kata Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita.

Lebih lanjut Mensos mengatakan mereka harus siap mental dan fisik karena tugas di lapangan tepatnya di daerah terpencil dengan fasilitas yang minim maka mereka benar-benar harus siap.

"Komunitas yang mereka dampingi tentunya sudah biasa dengan kondisi yang serba minim tapi pendamping mereka harus siap untuk adaptasi, belum lagi mereka harus siap untuk menyakinkan komunitas untuk bisa dibawa ke dalam permukiman yang kita siapkan," katanya.

Para pendamping tersebut juga dibekali dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin mengatakan, 45 pendamping sosial tersebut terpilih dari 454 pelamar dan mereka dilatih selama 20 hari dapat beradaptasi di lokasi KAT mulai dari wawasan kebangsaan sampai ke pertanian.

Lebih lanjut dia mengatakan, mereka akan ditempatkan di lokasi KAT yang menjadi program dampingan Kemensos pada 2019 seperti di Aceh Timur, Kepulauan Mentawai, Pelalawan, Meranti, Merangin, Ketapang Kalimantan Barat, Belu NTT, Sumbawa, Bima NTB, Morotai Maluku Utara hingga ke Manokwari Papua Barat.

Baca juga: Mensos minta pendamping PKH percepat pengurangan kemiskinan
Baca juga: Mensos: dana bansos PKH naik menjadi Rp34 triliun


Salah seorang Pendamping Sosial KAT Dina Mariana Saragih asal Sumatera yang ditempatkan di Manokwari Papua Barat mengaku sangat antusias untuk ditugaskan di daerah tersebut.

"Sebelumnya saya sudah pernah tiga bulan mengajar di Jayapura, karena keinginan sendiri ingin melayani masyarakat," kata Dina.

Ia juga mengaku sudah siap secara fisik dan mental ditugaskan di Manokwari dan sudah mencari tahu kondisi daerah penempatannya.

"Dari pendamping sebelumnya saya tahu di sana tidak ada listrik dan jaringan air. Saya juga sudah siapkan strategi untuk pendampingan warga," tambah Dina.

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar