Mendes: penyerapan dana desa meningkat berkat kerja keras kades

id Dana desa, silaturahmi mendes bersama kades, kemendes pdtt

Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko P Sandjojo berpidato dalam Silaturahmi Nasional Pemerintahan Desa se-Indonesia di Jakarta, Rabu (10/4/2019). (Kemendes PDTT)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko P. Sandjojo mengatakan penyerapan dana desa terus meningkat berkat kerja keras dari kepala desa.

Hal itu disampaikan Eko di hadapan ribuan kepala desa saat acara Silaturahmi Nasional Pemerintahan Desa se-Indonesia Tahun 2019 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu.

Eko mengatakan penyerapan dana desa yang terus meningkat setiap tahunnya, pada 2015 dana desa sebesar Rp 20,67 triliun hanya terserap 82,72 persen.

Lalu, pada 2016, penyerapan Dana Desa mencapai 97,65 persen dari anggaran Rp 46,98 triliun, lalu 98,54 persen dari Rp 60 triliun pada 2017, dan tahun lalu tercatat 99,3 persen juga dari anggaran Rp 60 triliun.

“Ini menunjukkan bahwa tata kelola pencairan dan pemanfaatan Dana Desa semakin baik," kata dia melalui siaran pers yang diterima Antara, Rabu.

Tak hanya penyerapan dana, pembangunan di desa juga, lanjutnya, sangat masif. Ia mencontohkan salah satunya jalan desa yang mampu terbangun sepanjang 191 ribu kilometer.

"Bahkan masih ada yang tidak percaya bahwa desa mampu bangun 191 ribu kilometer. Padahal dibagi 74 ribu desa dan dibagi empat tahun. Jadi sekitar 625 meter tiap desa. Ini hasil kerja keras para kepala desa. Tapi justru kerja keras kepala desa ini diakui dunia, sekarang ada 23 negara yang belajar model pengelolaan dana desa," kata Eko.

Dengan keberhasilan dana desa dalam bidang infrastruktur, Mendes PDTT mulai menghimbau untuk bangun ekonomi dan Sumber Daya Manusia.

"Pemerintah punya lembaga beasiswa, ada LPDP, Bidik Misi dan lain-lain. Saya pesan sebagian dana desanya gunakan untuk bimbingan belajar (bimbel) bekerjasama dengan universitas setempat. Dana desanya pakai buat bimbel sehingga anak-anak desa bisa bersaing dengan anak kota, sehingga bisa dapat beasiswa dan belajar hingga keluar negeri," kata dia.

Untuk lebih mengembangkan kualitas SDM, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi juga pada akhir bulan Maret lalu sudah mengirimkan 40 kepala desa untuk belajar ke luar negeri.

"Mudah-mudahan dalam kuartal pertama bisa kirim 1000 kades," ujarnya optimistis.

Dalam sambutan terakhirnya, Eko berpesan jika ada aturan-aturan yang dirasakan masih menghambat, sampaikan ke ketua asosiasi-asosiasi, kemudian berikan kepada Mendes PDTT dan Menteri Dalam Negeri.

"Desa sudah dihargai dunia, diungkap media asing dan jadi contoh 23 negara, saya ucapkan terima kasih. Tolong dijaga dana desanya untuk pemberdayaan masyarakat dan ekonomi," kata dia.

Pewarta : Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar