Kapolda: Pihak kepolisian mulai periksa tiga terduga penganiayaan

id kapolda kalbar,korban penganiayaan,kekerasan terhadap anak

Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono mengatakan, mulai hari ini (Rabu-red) ketiga siswa SMA terduga pelaku penganiayaan terhadap pelajar SMP di Kota Pontianak, dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian. (Foto Andilala)

Pontianak (ANTARA) - Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono mengatakan, mulai hari ini (Rabu-red) ketiga siswa SMA terduga pelaku penganiayaan terhadap pelajar SMP di Kota Pontianak, dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

"Bagi terduga pelaku, mulai hari ini dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh pihak kepolisian," kata Didi Haryono seusai menjenguk korban penganiayaan di salah satu rumah sakit di Pontianak, Rabu.

Ia menjelaskan, pihaknya akan terus menindaklanjuti kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh tiga siswa SMA terhadap seorang pelajar SMP tersebut beberapa minggu lalu.

"Karena pelaku dan korban adalah anak-anak, maka penegakan hukumnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga akan dilakukan penegakan hukum dan bimbingan psikologisnya," kata Didi.

Ia menambahkan, tetap diproses hukum, tetapi jangan sampai penegakan hukum itu membawa dampak psikologis mereka, dan tetap diproses karena sudah masuk tindak pidana, dan setiap prosesnya akan didampingi oleh KPPAD Kalbar.

"Hari ini kami sudah menjenguk langsung korban penganiayaan, dan secara fisik sudah bagus, bisa bicara, namun secara fisikis agak depresi mungkin masih teringat terus apa yang baru pertama kali dialaminya itu," katanya.

Sementara itu, ibu korban penganiayaan mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan kasus penganiayaan yang menimpa putrinya itu, sehingga pihaknya menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak kepolisian.

"Hingga saat ini anak saya masih trauma, atau fisikisnya masih terganggu dan dalam pemulihan," ungkapnya.

Kepala Bidang Dokkes Polda Kalbar, Kombes (Pol) dr Sucipto mengatakan, dari hasil pemeriksaan dokter, hasilnya tidak seperti yang diberikan di media sosial yang menyatakan pada area sensitifnya dianiaya.

"intinya masih utuh, tidak ada robekan atau luka, dan tidak ada trauma fisik pada area sensitif tersebut," katanya.
 

Pewarta : Andilala
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar