Ibu-ibu di Bandarlampung senam "goyang jempol Jokowi gaspol"

id KAMPANYE, PDIP, LAMPUNG, HASTO KRISTIYANTO ,SEKJEN PDIP

Ibu-ibu di Bandarlampung melakukan senam "goyang jempol Jokowi gaspol" dalam rangkaian acara kampanye akbar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Tugu Adipura, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, Minggu (7/4/2019). (Foto: Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta (ANTARA) - Ibu-ibu di Kota Bandarlampung melakukan senam "goyang jempol Jokowi gaspol" dalam rangkaian acara kampanye akbar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Provinsi Lampung, Minggu.

Senam itu dilakukan di Tugu Adipura atau Bundaran Gajah. Kota Bandarlampung.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun bergabung dengan ibu-ibu yang didominasi berpakaian merah-merah melakukan senam tersebut.

Dalam sambutannya, Hasto percaya bahwa Provinsi Lampung merupakan basis kekuatan pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Hasto pun mengharapkan agar masyarakat di Lampung turut membantu mensosialisasikan tiga kartu sakti yang telah dikampanyekan oleh Jokowi, yaitu Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Prakerja.

"Dibantu sosialisasikan kartu sembako, ibu-ibu tak perlu 'galau' karena harga-harga terjangkau," ujar Hasto pula.

Selanjutnya untuk KIP Kuliah, kata dia, diharapkan menciptakan jutaan sarjana.

"Menciptakan berjuta sarjana agar Indonesia menjadi juara" kata dia.

Terakhir Kartu Prakerja, Hasto yakin bahwa Indonesia mampu menciptakan produk pangan, energi, dan ekonomi kreatif.

"Dengan Kartu Prakerja jurus manjur antinganggur," kata Hasto.

Pada Pilpres 2014 di Provinsi Lampung, Jokowi saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK) unggul perolehan suara atas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Saat itu, Jokowi-JK memperoleh 2.299.889 suara atau 53,07 persen. Sedangkan Prabowo Hatta memperoleh 2.033.924 suara atau 46,93 persen.

Pilpres 2019 diikuti dua pasangan calon, yaitu nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar