5.652 rumah Bogor buang tinja ke Ciliwung

id Ciliwung, KPC,Komunitas Peduli Ciliwung , Sungai, Kali, Bogor, Biotrop, IPB

Salah seorang warga Kota Bogor usai mandi di aliran Sungai Ciliwung, di dekat Kebun Raya Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019). (Megapolitan.Antaranews.Com/Foto: M. Fikri Setiawan).

Bogor (ANTARA) - Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Kota Bogor membeberkan hasil penelitiannya terhadap ribuan rumah yang berdiri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, dan hasilnya sebanyak 5.652 rumah di Kota Bogor Jawa Barat membuang tinja langsung ke Sungai Ciliwung.

Ketua KPC Kota Bogor Een Irawan di Bogor, Jumat menjelaskan, ribuan rumah ini tersebar di 13 kelurahan yang lokasinya bertepatan dengan DAS Ciliwung.

Meski, mayoritas rumah itu memiliki jamban, tapi tak satupun yang memiliki septic tank, sehingga tinja dari jamban langsung dialirkan ke bibir Sungai.

"Mereka rata-rata punya toilet di rumahnya. Tapi paralonnya langsung ke Ciliwung," ungkapnya saat diwawancarai usai acara Focus Group Discussion (FGD) terkait langkah penyelamatan Sungai Ciliwung.

Dia menjelaskan lebih lanjut, Jika dirinci berdasarkan kelurahan, jumlahnya terbagi atas 183 rumah di Sindang Rasa, 360 rumah di Katulampa, 257 rumah di Tajur, 514 rumah di Baranangsiang, 663 rumah di Sukasari.

Berikutnya sebanyak 663 rumah di Babakan Pasar, 828 rumah di Sempur, 803 rumah di Bantarjati, 113 rumah di Tanahsareal, 918 rumah di Cibuluh, 188 rumah di Kedung Badak, 157 rumah di Kedung Halang, dan lima rumah lainnya berada di Sukaresmi.

Selain tinja, ribuan rumah di Kota Bogor Jawa Barat ini juga membuang sampah rumah tangganya ke Sungai Ciliwung.

Tercatat, ada sekitar 5.652 rumah di Kota Bogor Jawa Barat yang masih membuang sampahnya ke Ciliwung.

Menanggapi hal itu, Deputi Direktur Administrasi Seameo Biotrop Zulhamsyah Ilham mengatakan, akan ada dampak yang terjadi dari tercemarnya Sungai Ciliwung oleh kotoran manusia.

Salah satunya yaitu berkurangnya jumlah oksigen di air lantaran terjadi penyuburan berlebih.

"Akan meningkatkan jumlah biomassa dari fitoplankton. Ketika terjadi jumlah yang besar akan mengakibatkan defleksi oksigen, atau pengurangan jumlah oksigen yang cukup besar," terangnya.

Akibat dari berkurangnya jumlah oksigen di sungai Ciliwung, akan membuat ikan-ikan di dalamnya mati.

Selain itu, menurutnya lagi, dalam kandungan kotoran manusia terdapat bakteri ecoli.

Jika tercampur dengan air Sungai Ciliwung, maka akan mengakibatkan diare bagi orang yang mengonsumsi meski airnya dimasak.

"Mereka harus tahu apa yang mereka buang berdampak pada diri mereka sendiri," kata Zulhamsyah.

Baca juga: Titik pembuangan sampah di Ciliwung ditemukan Tim Kancra
Baca juga: 2.000 bibit pohon ditanam di titik nol Ciliwung

Pewarta : M Fikri Setiawan/M. Tohamaksun
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar