Trump berencana calonkan mantan capres Partai Republik ke kursi Fed

id federal reserve,donald trump,herman cain

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Reuters)

Washington (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump berencana untuk mencalonkan mantan calon presiden dari Partai Republik, Herman Cain untuk menduduki kursi dewan gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), demikian media AS melaporkan.

Trump, menurut Bloomberg yang mengutip orang-orang yang dekat dengan masalah tersebut, berencana mengumumkan hal itu dalam waktu dekat. Bahkan situs berita dan informasi AS, Axios menyebutkan bahwa Trump diperkirakan akan mengumumkan pemilihan Hermain Cain segera setelah pemeriksaan latar belakang selesai.

Hermain Cain pernah menjabat sebagai Direktur Federal Reserve Kansas City pada 1990-an dan kemudian mencalonkan diri sebagai calon presiden dari Partai Republik pada 2012. Tahun lain ia mendirikan komite aksi politik pro-Trump, America Fighting Back PAC. Komite aksi politik PAC adalah sebuah organisasi yang mengumpulkan dan mendistribusikan kontribusi kampanye untuk kandidat yang mencari jabatan politik.
Mantan calon presiden dari Partai Republik, Herman Cain (Reuters)


Saat ini ada dua lowongan dari tujuh anggota dewan Federal Reserve dan nominasi terhadap mereka harus disetujui oleh Senat.

Pada Maret Trump telah menawarkan kursi dewan Federal Reserve kepada mantan penasihat kampanye Stephen Moore, yang baru-baru ini menerbitkan sebuah opini yang ia tulis bersama di Wall Street Journal. Ia berpendapat kebijakan uang ketat Federal Reserve merupakan ancaman bagi pertumbuhan ekonomi AS.

Moore adalah rekan tamu untuk Proyek Pertumbuhan Ekonomi di The Heritage Foundation. Dia menciptakan Club for Growth, yang membantu memilih anggota Kongres yang konservatif.

Sebelumnya Federal Reserve telah melakukan empat kenaikan suku bunga pada  2018 dan melanjutkan langkah menuju normalisasi kebijakan yang dimulai sejak  2015.

Trump telah berulang kali memberikan tekanan terhadap Federal Reserve untuk menunda kenaikan suku bunga, bahkan telah mempertimbangkan memecat kepala bank sentral itu beberapa bulan lalu.

Pada  Maret, Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, dan sekali lagi berjanji untuk bersabar dengan kenaikan suku bunga pada masa depan.

Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar