Analis: IHSG bakal bergerak variatif hari ini, ikuti bursa regional

id perang dagang,ihsg,indeks harga saham gabungan,bursa regional,bursa saham

Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/18.)

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka menguat mengikuti bursa saham regional Asia yang positif, dan diprediksi akan bergerak variatif hari ini.

IHSG dibuka menguat 13,72 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.489,78. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,19 poin atau 0,1 persen menjadi 1.023,19.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis, mengatakan pergerakan saham hari ini akan dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal terutama terkait perang dagang yang mulai mereda dan juga potensi naiknya harga minyak dunia. IHSG diprediksi akan bergerak variatif hari ini.

"Sentimen pasar di atas yang variatif dapat mendorong IHSG dapat bergerak mixed pada perdagangan saham hari ini," ujarnya.

Lembaga keuangan internasional yakni Moody's memprediksi ekonomi dunia sangat memungkinkan jatuh dalam resesi jika Amerika Serikat (AS) dan China tidak mencapai kesepakatan perdagangan dalam waktu tiga bulan. Moody’s beralasan sentimen bisnis yang luar biasa rapuh saat ini, merupakan hasil dari pertarungan bea impor yang berlarut-larut antara kedua negara tersebut yang dimulai pada tahun lalu.

Pihak AS dan China sendiri terus melakukan pertemuan untuk membahas perdagangan kedua negara ini. Setidaknya pertemuan tersebut memberikan penafsiran positif bagi pasar. Selain itu, kesepakatan dagang AS-Cina semakin menunjukkan perkembangan positif.

Sementara itu, harga minyak dunia berpotensi menguat seiring sinyalemen dari hasil survei yang dilakukan oleh Reuters menunjukan, produksi minyak Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Maret merupakan yang paling rendah sejak empat tahun lalu.

Baca juga: Harga minyak turun di tengah data mengejutkan peningkatan stok AS

Pasalnya 14 negara anggota OPEC hanya memompa minyak sebanyak 30,4 juta barel per hari sepanjang Maret atau turun 280.000 barel per hari dibanding Februari.

Pengurangan produksi minyak terbesar dilakukan oleh Arab Saudi. Selain itu, rencana sanksi tambahan yang akan dijatuhkan AS atas program nuklir Iran, berpotensi membuat pasokan minyak akan semakin ketat dalam waktu dekat.

Bursa regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 64,87 poin (0,3 persen) ke 21.778,08, Indeks Hang Seng menguat 45,78 poin (0,15 persen) ke 30.032,17, dan Straits Times menguat 6,84 poin (0,21 persen) ke posisi 3.318,11.

Baca juga: Rupiah Kamis pagi menguat 40 poin

Baca juga: Dolar melemah di tengah penguatan pound sterling

Baca juga: Harga emas merosot, sebagian investor beralih ke aset berisiko


Baca juga: Bursa Australia dibuka lebih rendah, terseret saham sumber daya alam
 

Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar