Urai persoalan sampah, talut TPTS Piyungan-Yogykarta akan ditinggikan

id Tpst piyungan,Bantul,Yogyakarta,talut

TPST Piyungan. (Foto Antara)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) Daerah Istimewa Yogyakarta akan meninggikan talut Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul pada April 2019 untuk mengurai persoalan sampah di daerah ini.

"Mestinya pada pertengahan atau akhir April ini peninggian talut sudah mulai dikerjakan," kata Kepala Dinas PUP ESDM DIY Hananto di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Hananto, talut di TPST Piyungan akan ditinggikan 3 meter dari kondisi sebelumnya. Saat ini proyek peninggian talut dengan keliling 900 meter itu masih dalam proses pengajuan lelang.

Menurut dia, upaya peninggian talut itu bertujuan untuk menambah kapasitas TPST Piyungan yang sudah hampir melampaui batas tampung sampah yang setiap hari berasal dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Bantul.

"Karena selama ini kapasitas TPST sudah kritis, dan dengan peninggian talut itu kami harapkan bisa menjadi solusi," kata dia.

Ia mengatakan selain meninggikan talut, menurut dia, BPBD DIY juga telah menambah satu unit buldoser untuk mendukung sistem sanitary landfill dalam pengelolaan sampah yakni dengan menimbun sampah dengan tanah.

"Sehingga saat ini total sudah ada empat buldoser di TPST Piyungan," kata dia.

Ia berharap upaya tersebut dapat menjadi solusi persoalan sampah di TPST Piyungan yang memicu protes masyarakat.

"Semua sistem pengelolaan sampah akan dibenahi misalnya dengan menimbun sampah dengan tanah. Selama ini sampah sudah ditimbun dengan tanah tetapi dilakukan secara rutin setiap hari," kata dia.

Sebelumnya, pada Minggu (24/3) akses jalan menuju TPST Piyungan, Bantul ditutup oleh warga sekitar TSPT karena tuntutan dan keluhan mereka belum dipenuhi pemda setempat.

Baca juga: Soal TPST Piyungan, DPRD minta Pemda DIY segera lakukan penyelesaian

Baca juga: DIY akan jajaki teknologi pengolahan sampah dari Swedia

Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar