PSI kenalkan Jokowi-Ma'ruf Amin kepada masyarakat Sulteng

id PSI Sulteng,PSI,Jokowi Ma'ruf,Pemilu 2019

Politisi PSI Sulawesi Tengah Anastasye Fauzia mengkampanyekan citra diri, visi dan program partai serta pasangan calojn presiden Joko Widodo (Istimewa)

Palu (ANTARA) - Partai Solidaristas Indonesia (PSI) gencar mengenalkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Jokowi dan Ma'ruf Amin kepada masyarakat di Sulawesi Tengah.

"Kami tidak hanya mengenalkan citra diri, visi dan gagasan serta program partai politik, tetapi juga mengenalkan pasangan Jokowi dan Ma'ruf Amin," ucap salah satu politisi PSI Sulawesi Tengah, Anastasye Fauzia, di Palu, Senin.

Pemilu 2019, di ikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yakni, pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin. Pasangan nomor uru 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan lima warna surat suara. Surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden berwarna abu-abu, yang akan digunakan saat pemungutan dan penghitungan suara di masing-masing TPS.

Anastasye Fauzia mengemukakan, mengenalkan citra diri pasangan Jokowi-Ma'ruf dilakukan oleh PSi secara terstruktur, sistematis dan masif.

Bahkan, sebut Thysa sapaan akrab Anastasye Fauzia bahwa PSI lewat seluruh calon legislatif dan jajarannya di tingkat desa menjangkau masyarakat, generasi muda yang ada di pelosok-pelosok kabupaten-kota se-Sulteng.

"Upaya mengenalkan citra diri dan program, ini diikutikan dengan pendidikan pemilih agar masyarakat dapat berpartisipasi pada 17 April 2019," sebut Thysa.

Calon Legislatif DPR-RI itu menyebut, PSI merupakan salah satu partai politik di Indonesia yang mengutaman transparansi, artinya tidak ada hal yang perlu di tutup-tutupi.

Karena itu, dalam kampanye PSI mengedepankan politik gagasan. Salah satu gagasan yang di kampanyekan oleh PSI yakni masyarakat dapat memecat anggota legislatif yang tidak pro-aktiv terhadap pemenuhan hak-hak rakat, dan tidak profesional dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

"Kami mengkampanyekan aplikasi pemecatan anggota legislatif menjadi kampanye yang sangat konstruktif. Walaupun pemecatannya diawali dengan kader PSI terlebih dahulu," sebut Thysa.

Di Legislatif nantinya, PSI melempar gagasan mendorong pembentukan pemecatan anggota DPR yang tidak profesional dalam sebuah ketentuan perundangan.

"Profesionalitas menjadi kunci dari perkembangan hidup manusia. Profesionalitas menjadi sebuah jalan untuk masa depan manusia. Profesionalitas ditambah dengan hati yang mau melayani rakyat, adalah sebuah dobrakan besar. Partai Solidaritas Indonesia memiliki dua elemen ini," kata dia.

PSI satu-satunya partai politik peserta pemilu yang mengusung calon legislatif dari tingkat kabupaten sampai DPR, yang non-eks koruptor.
Politisi PSI Sulawesi Tengah Anastasye Fauzia mengkampanyekan citra diri, visi dan program partai serta pasangan calojn presiden Joko Widodo (Istimewa)


 

Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar