Bamsoet tunggu keterangan resmi KPK

id Ott anggota dpr, bambang soesatyo, ott anggota golkar, ott distribusi pupuk, febri diansyah

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/dok)

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menunggu keterangan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal kabar operasi tangkap tangan terhadap salah satu anggota DPR RI di Jakarta, Rabu (27/3).

"Masih ada berita simpang siur. Saya akan cek kebenarannya. Setelah penangkapan, kan, masih menunggu 24 jam. Tunggu keterangan resmi dari KPK," kata Bambang Soesatyo yang karib dengan sapaan Bamsoet kepada wartawan di sela seminar melawan hoaks di Balai Kartini, Jakarta, Kamis.

Dengan belum adanya keterangan resmi dari KPK, menurut dia, semestinya semua pihak berperasangka baik dulu.

Politikus Partai Golkar itu berharap ke depan tidak ada lagi anggota DPR atau pejabat negara yang terlibat perbuatan tercela sehingga dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan baik.

"Kita doakan tidak ada lagi anggota DPR yang melakukan perbuatan tercela," ucap Bambang Soesatyo.

KPK menangkao tujuh orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta, Rabu (27/3).

"Kami konfirmasi memang ada sejak sore tadi kegiatan tim KPK di Jakarta. Jadi, ada tim yang ditugaskan setelah kami menerima informasi dari masyarakat tentang akan terjadinya penyerahan sejumlah uang melalui perantara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis dini hari.

Lebih lanjut, Febri menyatakan bahwa setelah menerima informasi itu kemudian ditindaklanjuti ke lapangan dan mengamankan total tujuh orang.

"Jadi, total yang dibawa ke kantor KPK adalah tujuh orang. Ada yang dari unsur direksi BUMN kemudian ada pengemudi, dan swasta," ungkap Febri.

Selain itu, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang dalam pecahan rupiah dan dolar AS. KPK menduga telah terjadi transaksi atau dugaan penyerahan uang yang diindikasikan terkait distribusi pupuk menggunakan kapal.

Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar