WCC Palembang ajak masyarakat pilih caleg peduli perempuan

id wcc, pilkpres, pemilu, caleg peduli perempuan, pilih caleg yang peduli dengan perempuan, perempuan

Direktur Eksekutif WCC Palembang Yeni Roslaini Izi (Foto ANTARA News Sumsel.com/Yudi Abdullah/19) (Foto ANTARA News Sumsel.com/Yudi Abdullah/19/)

Palembang (ANTARA) - Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan "Women's Crisis Centre" Palembang, Sumatera Selatan mengajak perempuan memilih calon anggota legislatif yang peduli dan mendukung pemenuhan hak-hak perempuan dalam Pemilu 17 April 2019.

"Seruan kepada perempuan di daerah ini untuk memilih calon anggota legislatif (Caleg) yang peduli dan mendukung pemenuhan hak-hak perempuan untuk meningkatan kapasitas perempuan dan kesetaraan gender," kata Direktur Eksekutif Women's Crisis Centre (WCC) Palembang Yeni Roslaini Izi di Palembang, Kamis.

Menurut dia, dalam menentukan pilihan caleg, perempuan di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota ini, diimbau untuk memperhatikan visi misi dan program kerja calon tersebut.

Pemilih perempuan di daerah ini harus memastikan masalah hak kesehatan perempuan termasuk kesehatan seksual dan reproduksi perempuan masuk dalam agenda caleg yang akan dipilih.

Kemudian, perlu juga melihat dengan kritis agenda politik para caleg dan memilih mereka yang mendukung agenda perubahan posisi perempuan untuk setara dengan laki-laki.

Jika visi misi dan program kerjanya peduli dan mendukung pemenuhan hak-hak perempuan, tidak hanya perlu memantapkan pilihan kepada caleg tersebut tetapi juga wajib memperjuangkan kemenangannya.

Untuk memperjuangkan caleg peduli perempuan, WCC mengajak seluruh perempuan di daerah ini memonitor seluruh tahapan hingga pascapemungutan suara Pemilu 2019 yang digelar serentak dengan pemilihan presiden dan wakil presiden.

Peran serta perempuan dalam memonitor seluruh tahapan pesta demokrasi rakyat lima tahunan itu untuk memastikan pemilu berlangsung dengan tertib, aman, lancar, bersih, bebas politik uang, intimidasi, dan isu SARA, kata Yeni.

Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar