Kodam IV/Diponegoro gelar TFG sukseskan Pemilu 2019

id Kodam IV/Diponegoro gelar TFG,pengamanan pemilu, pemilu 2019

Sejumlah anggota TNI Kodam IV/Diponegoro bersama Polri saat melakukan latihan "Tactical Floor Game" (TFG) untuk mensukseskan Pemilu 2019, di Gedung Warastratama Jalan Adi Sucipto, Solo, Kamis. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Anggota Kodam IV/Diponegoro bersama Polda Jawa Tengah menggelar latihan "Tactical Floor Game" (TFG) untuk mensukseskan pesta demokrarasi Pemilu 2019, yang digelar di Gedung Warastratama Jalan Adi Sucipto, Solo, Kamis.

Pada acara latihan TFG untuk meningkatkan kesiapan prajurit dan satuan menghadapi Pemilu 2019 tersebut diikuti para Komandan Kodim (Dandim), Kepala Polres, Kepala Polsek dan Komandan Koramil di wilayah Jateng.

Bahkan, pada acara latihan TFG tersebut dihadiri Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, dan Wakil Kepala Polda Jateng Brigjen Pol Ahmad Luthfi.

Menurut Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi dalam pidato yang dibacakan oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa pada Pembukaan latihan TFG menyampaikan terkait tugas perbantuan tersebut, integrasi atau sinkronisasi, keterpaduan, dan sistem komando kendali merupakan bagian dari kunci sukses pelaksanaannya.

Pangdam berharap melalui latihan TFG pengamanan Pemilu anggota Legislatif dan Presiden dan Wakil Presiden 2019, seluruh aturan pelibatan, sistem kendali dan interoperability TNI-Polri dapat dilatihkan dan diuji tahapan-tahapannya guna menghadapi berbagai kemungkinan situasi maupun kontinjensi.

Menurut Pangdam satu hal yang juga tidak kalah penting dalam latihan tersebut yakni terciptanya kesamaan visi-misi serta semakin meningkatnya soliditas dan sinergitas para unsur pimpinan TNI-Polri.

Hal tersebut, sehingga semakin terbiasa dan mudah dalam melakukan baik koordinasi maupun sinkronisasi dalam setiap pelaksanaan tugas.

Dengan latihan TFG tersebut, Pangdam berharap kesiapan dan kesiagaan TNI-Polri menghadapi Pesta Demokrasi 2019 akan semakin baik, serta dapat diminimalisir kemungkinan resiko dalam pelaksanaan tugas akibat "miss comunication" atau perbedaan-perbedaan pandangan antar aparat yang dapat mempengaruhi atau menggagalkan pelaksanaan tugas.

Pada penyelenggaraan Pemilu, kesiapan aparat keamanan merupakan salah salah faktor dominan untuk mensukseskan pesta demokrasi itu. Sehingga diperlukan pelibatan seluruh komponen bangsa termasuk TNI dalam tugas perbantuan kepada Polri untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi Pemilu 2019.

 

Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar