PDIB minta capres-cawapres selesaikan masalah defisit BPJS

id debat capres,maruf amin,sandiaga uno,BPJS Kesehatan,Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu,pdib

Cawapres nomor urut 01 K.H. Ma'ruf Amin (kiri) dan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019). Debat Capres Putaran Ketiga yang menampilkan hanya kedua Cawapres tersebut bertemakan Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan serta Sosial dan Kebudayaan. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan Dokter Indonesia Bersatu (PDIB) mengharapkan calon presiden (capres) dan wakil presiden (cawapres) Indonesia pada pemilihan umum (pemilu) 2019 dapat menyelesaikan masalah defisit BPJS Kesehatan.

"Masalah BPJS yang menyebabkan defisit apa sih, ini yang harus diselesaikan sampai ke akar," kata Ketua Umum PDIB James Allan Rarung saat dihubungi Antara, Jakarta, Rabu.

James menuturkan penyebab defisit pada BPJS Kesehatan antara lain  iuran yang tidak sesuai dengan hitungan keekonomian, ketidaktaatan membayar iuran dan belanja kesehatan untuk penyakit katastropik.

Dia mengatakan penyakit katastropik adalah penyakit degeneratif yang menahun dan terjadi dalam jangka waktu bertahun-tahun seperti penyakit kanker dan jantung yang memakan biaya pengobatan hingga ratusan juta rupiah.

Padahal, dia menuturkan dari penyakit katastropik yang didata, ada sepuluh penyakit terbesar di antaranya yang telah menyedot banyak anggaran dari anggaran BPJS Keseahtan seperti kanker.

Untuk itu, dia mengatakan langkah yang diambil bukan semata mengobati tapi lebih kepada pencegahan agar tidak terjadi penyakit itu dan untuk mengurangi kerugian belanja negara yang lebih besar untuk pembiayaan pengobatan jangka panjang.

Upaya pencegahan bertujuan untuk penyadartahuan masyarakat akan pola hidup sehat termasuk pemenuhan gizi dan sanitasi yang baik bagi warga.

"Yang paling penting permasalahn kita adalah upaya preventif dan promotif terutama peran serta seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama membantu program atau pola hidup sehat," tuturnya.

Dia mengatakan capres dan cawapres ke depan harus memantapkan dan meningkatkan program pencegahan penyakit untuk mengurangi belanja negara sebagai upaya menciptakan manusia Indonesia yang sehat dan produktif.

"Saya tahu mereka bukan pakar kesehatan, wajarlah, tapi kan seharusnya mereka harus bisa memberikan gambaran secara umum yang lebih ke aspek pencegahan karena kan harus jangka panjang," ujarnya.

Pada 17 Maret 2019, debat putaran ketiga telah diadakan antara cawapres nomor urut 1 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 2 Sandiaga Salahuddin Uno. Debat itu mengangkat tema "Pendidikan, Ketenagakerjaan, Kesehatan, Sosial dan Budaya".

Pemilihan presiden dan wakil presiden 2019 diikuti dua pasangan calon, yaitu nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

 
Baca juga: Janji capres-cawapres untuk layanan kesehatan lebih baik
Baca juga: Kedua calon belum hadirkan terobosan baru di bidang kesehatan

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar