Bank sampah mampu kurangi 3,85 ton sampah per hari

id Bank sampah

Esti Sumawarti (66) pendiri Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2019) memamerkan hasil olah sampah anorganik yang disulap menjadi tas tangan. (ANTARA/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA) - Bank sampah di Jakarta Pusat mampu mengurangi 3,85 ton dari 842 ton sampah per hari.

"Walaupun belum signifikan, adanya bank sampah mampu mengurangi jumlah timbunan sampah di Jakarta," ujar Koordinator Bank Sampah Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat Bambang Marjito di Jakarta, Rabu.

Menurut data Suku Dinas Lingkungan WHidup Jakarta Pusat, total sampah Jakarta Pusat mencapai 842 ton per hari. Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) menargetkan pengurangan sampah sebanyak 20 persen.

Artinya, Jakarta Pusat memiliki target untuk mengurangi 168 ton sampah per hari. Bank sampah ditargetkan mampu mengurangi 5 persen dari angka yang ditargetkan atau 7,56 ton per hari.

Dari angka tersebut, saat ini bank sampah mampu mengurangi hampir 50 persen dari jumlah yang ditargetkan atau sebanyak 3,86 ton.

Seorang pendiri bank sampah di Jakarta Pusat, Esti Sumawarti (66) telah mulai membuka Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri sejak enam tahun lalu.

"Awalnya cakupan RT, kemudian RW, dan orang dari daerah lain jauh-jauh ke sini menjadi nasabah," ujar Esti saat ditemui di Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri, Jakarta, Rabu.

Sampah organik dihargai Rp500 per kilogram, sementara sampah anorganik dihargai Rp1.500 per kilogram.

Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri mampu menghasilkan 1 ton sampah organik per bulan dan 200 kilogram (kg) hingga 300 kilogram sampah anorganik per bulan.

Saat ini Bank Sampah Hijau Selaras Mandiri memiliki 114 nasabah dan telah menyerap setidaknya 60 persen volume sampah di lingkungan tersebut.

Sementara itu, hingga Februari 2019, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat mencatat sebanyak 203 bank sampah, dengan kategori 78 unit bank sampak pemukiman, 63 unit bank sampah kantor dan 62 unit bank sampah sekolah.

Jumlah ini naik dari 156 bank sampah pada periode yang sama tahun lalu.

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat terus berupaya meningkatkan jumlah tersebut dengan melakukan sosialisasi kepada warga sesuai dengan arahan pemerintah daerah yang mewajibkan setiap RW mendirikan satu bank sampah.

Baca juga: Sandiaga: pengelola bank sampah sasaran program OK OCE
Baca juga: DPRD dorong ASN Jadi pelopor pemanfaatan bank sampah


 

Pewarta : Sri Muryono
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar