Perindo waspadai hoaks rugikan Jokowi-Ma'ruf

id Perindo,Jokowi-Ma'ruf

Acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Perindo di JIEXPO, Jakarta, Selasa. (Imam B)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum DPP Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo mengingatkan agar masyarakat mewaspadai adanya informasi bohong atau hoaks yang dapat merugikan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Dia menilai banyak hoaks yang beredar bertujuan agar para pemilih tidak hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan itu merugikan Jokowi-Ma'ruf.

"Kami lihat paslon 01 seharusnya dengan mudah menang di Pemilu Presiden, namun kehadiran pemilih di TPS harus dipastikan karena harus waspadai banyak hoaks yang tujuannya agar masyarakat tidak datang di TPS," kata Hary Tanoe dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Perindo, di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan apabila banyak pemilih yang tidak datang maka tidak menguntungkan Jokowi-Ma'ruf sehingga kader Perindro harus pastikan basis massanya termobilisasi memilih Jokowi-Ma'ruf.

Menurut dia, partainya juga menyerukan agar para kader dan simpatisan Perindo menjaga TPS agar tidak ada kecurangan yaitu dengan memaksimalkan keberadaan saksi dalam mengawasi perhitungan suara.

"Lalu kami mewaspadai keamanan Pemilu, itu tugas TNI-Polri karena kalau tidak aman maka banyak masyarakat yang tidak hadir di TPS," ujarnya.

Selain itu dia mengatakan, Rakornas Perindo bertujuan untuk menajamkan visi-misi partai kepada para kader dan caleg karena sangat penting dalam menyampaikannya kepada para konstituen.

Hary juga menegaskan dalam Rakornas tersebut mendeklarasikan tekad bulat agar semua caleg jangan hanya mengkampanyekan dirinya sendiri dan partai namun juga pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Termasuk meminta semua saksi Perindo untuk mencoblos pasangan Jokowi-Ma'ruf," katanya.

Hadir dalam Rakornas Partai Perindo antara lain Presiden RI Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, dan Menteri Sekretariat Kabinet Pramono Anung.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar