AIPI harapkan capres-cawapres bentuk ekosistem riset-industri kuat

id debat capres,maruf amin,sandiaga uno,Ketua AIPI,Satryo Soemantri Brodjonegoro,ekosistem riset-industri

Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Prof Satryo Brodjonegoro. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro mengharapkan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk membentuk ekosistem kuat antara riset, inovasi dan industri.

"Harus membentuk ekosistem riset, inovasi dan industri nasional sehingga tercipta kemandirian bangsa," katanya saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurut dia, capres dan cawapres juga harus memfokuskan diri pada upaya menciptakan manusia Indonesia yang berdaya dan mampu mandiri yang menjadi modal untuk kemandirian bangsa.

Pada Minggu (17/3), debat putaran ketiga antara cawapres nomor urut 01 Maruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengangkat tema "Pendidikan, Ketenagakerjaan, Kesehatan, Sosial dan Budaya".

Dia juga mengatakan calon pemimpin Indonesia harus memberi teladan dan berani membuat kebijakan yang tidak populis untuk kemandirian bangsa.

Menurut dia, kebijakan yang tidak populis tersebut tentu tidak bisa menyenangkan semua pihak, misalnya menghentikan kegiatan impor suatu barang atau mengurangi impor sebanyak mungkin untuk barang-barang yang sebenarnya bisa dibuat oleh negeri sendiri. Jika mengurangi impor, maka upaya akan diarahkan pada penguatan kemampuan dalam negeri untuk menghasilkan komoditas itu.

Memang diakuinya bahwa investasi dibutuhkan lebih besar untuk dapat mengembangkan dan memperkuat ekosistem riset, inovasi dan industri secara menyeluruh dan satu kesatuan.

Namun, katanya, itu akan mendorong pada kemajuan dan kemandirian bangsa, dan hasil yang diperoleh akan bersifat berkelanjutan ketimbang  kegiatan impor yang menyebabkan ketergantungan pada negara lain dan defisit yang melebar.

"Negara akan maju, kalau kita punya dan buat sendiri," ujarnya.

Dia mengatakan kemandirian bangsa akan terwujud jika bangsa Indonesia memiliki riset yang berkualitas dan banyak serta industri yang kuat. Untuk itu, baik penguatan dan pengembangan riset dan industri harus berjalan beriringan.

"Riset dan industri kuat harus bareng-bareng," katanya.

Dia mengatakan jika dengan mengurangi atau menghentikan kegiatan impor, dapat memperkuat industri dalam negeri, maka capres dan cawapres harus berani mengambil kebijakan itu, dan mengarahkan riset dan industri untuk mewujudkannya. Negara tentu hadir berinvestasi untuk meningkatkan kemampuan memproduksi sendiri agar dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Awalnya memang lebih capek, susah dan lama namun hasilnya langsung jadi," ujarnya.

Untuk kemandirian bangsa, kata dia, investasi memang harus dikucurkan lebih banyak untuk membangun ekosistem riset, inovasi dan industri yang kuat.

Capres dan cawapres juga harus mampu membuat kebijakan yang berorientasi untuk menjadikan bangsa Indonesia mandiri dan maju, meski kebijakan itu tidak diterima semua orang, namun yang penting adalah untuk kemaslahatan masyarakat Indonesia, demikian Satryo Soemantri Brodjonegoro.

Baca juga: Belum ada terobosan kebijakan riset substansial dari para Cawapres, menurut AIPI

Baca juga: AIPI berharap capres berani kedepankan keputusan ilmiah

Baca juga: AIPI dorong peningkatan dana riset untuk kemajuan bangsa

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar