Peneliti sebut tidak ada yang mustahil bagi perempuan

id LIPI,peneliti,perempuan

Peneliti pusat penelitian biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kartika Dewi saat memberkan keterangan pada pers di Jakarta, Jumat (8/3/2019). (ANTARA/Indriani)

Jakarta (ANTARA) - Peneliti pusat penelitian biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kartika Dewi mengatakan tidak ada yang mustahil bagi perempuan untuk menggapai cita-citanya.

"Perempuan meskipun memiliki banyak tantangan, tetapi tidak mustahil mencapai apa yang dia inginkan," ujar Kartika dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Tantangan yang dihadapi peneliti perempuan banyak terjadi ketika sudah menikah dan punya anak, kata dia, yang mana perempuan harus membagi waktunya antara penelitian dan keluarga. Ia bahkan mengakui pada saat anak sakit ataupun rewel pada malam hari, kemudian paginya harus berangkat ke kantor menjadi tantangan sendiri.

"Di kantor berkutat dengan jurnal-jurnal, susah sekali karena matanya mengantuk," cetus dia.

Kartika yang mengalami polio pada usia tiga tahun itu mengaku berterimakasih kepada LIPI yang telah memberikannya kesempatan menjadi peneliti. Meskipun ia saat ini untuk berjalan pun harus menggunakan tongkat.

Kartika Dewi merupakan peneliti bidang zoologi pada Pusat Penelitian Biologi LIPI. Bergabung sebagai peneliti sejak 2005, fokus penelitian Kartika adalah nematoda parasit pada hewan liar di Indonesia.

Kartika meraih gelar doktor bidang Veterinary Science, Rakuno Gakuen University di Jepang. Salah satu penelitiannya yakni nematoda parasit pada jenis-jenis katak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI) Intan Suci Nurhati mengatakan tantangan bagi peneliti perempuan adalah harus meninggalkan rumah selama berminggu-minggu.

"Peneliti harus ke lapangan dan di lapangan itu tidak sebentar. Saya misalnya melakukan penelitian selama dua minggu bahkan lebih untuk mendapatkan sampel," kata Intan.

Pada saat seperti itu, menjadi tantangan tersendiri bagi peneliti perempuan karena harus meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil. Begitu juga ketika kembali ke rumah, peneliti sulit menuangkan apa yang telah ditelitinya ke dalam tulisan karena adanya gangguan.

"Solusi kami untuk peneliti perempuan dengan melakukan perjalanan selama seminggu atau dua minggu untuk menulis apa yang ditelitinya," jelas Intan.

Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries, menjelaskan LIPI saat ini memiliki jumlah peneliti perempuan sebanyak 663 orang yang tersebar di berbagai satuan kerja teknis penelitian LIPI.

"LIPI memiliki sederet peneliti perempuan yang berprestasi dan dapat menginspirasi perempuan Indonesia untuk termotivasi berkarya di bidang yang digelutinya,” kata Nur.

Baca juga: Tiga peneliti perempuan LIPI bagikan kisahnya
Baca juga: Kehadiran perempuan dalam politik kebangsaan dinilai penting


 

Pewarta : Indriani
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar