Kampung Siaga Bencana akan dibentuk di Pulau Sebesi-Legundi

id pulau sebesi, legundi,bencana,kampung siaga bencana

Anggota Tagana Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung melakukan simulasi penanganan korban gempa dan tsunami di kantor Dinas Sosial Lampung, Lampung, Jumat (1/3/2019). (ANTARA FOTO/ARDIANSYAH)

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Lampung akan membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di Pulau Sabesi dan Pulau Legundi, Kabupaten Lampung Selatan mengingat dua pulau ini paling rawan terkena bencana, karena lokasinya berada di tengah laut.

"Tahun ini  kita siapkan dua kampung siaga bencana. Rencananya akan dilaksanakan pada bulan April 2019 mendatang," ujar Kepala Dinas Sosial Lampung Sumarju Saeni di Bandarlampung, Senin malam.

Menurutnya, dengan adanya KSB masyarakat dilatih untuk lebih mengerti dan memahami tentang bencana serta penanganan pertama terhadap bencana.

Selain itu, untuk membentuk suatu kampung siaga bencana membutuhkan 60 anggota masyarakat yang bersedia dilatih tentang cara mengevakuasi, mendirikan tenda, membuka dapur umum dan lainnya.

Pelatihan ini sangat perlu dilakukan, apalagi dua pulau tersebut terletak di tengah laut dan jaraknya jauh dari daratan, berarti harus ada penanganan dan perhatian khusus.

"Bila sudah terlatih maka masyarakat bisa mandiri dan bergerak cepat mengantisipasi terjadinya korban akibat bencana. Seperti mengarahkan ke jalur evakuasi dan titik aman kumpul," katanya.

Ia menjelaskan, Kampung Siaga Bencana (KSB) dikhususkan bagi masyarakat yang tinggal di daerah pantai, dan pulau untuk bisa mengarahkan evakuasi saat terjadi tsunami.

Bila tim rescue belum datang menolong untuk evakuasi, tambahnya, maka tim yang sudah dilatih di KSB ini bisa mengarahkan masyarakat untuk pergi ke tempat yang lebih aman.

Pelaksanaan kampung siaga bencana ini harus dilakukan secepatnya, mengingat status Gunung anak Krakatau masih siaga dan kemungkinan untuk terjadi tsunami masih akan terjadi.

Bila telah diberikan pelatihan dan pembekalan, maka masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana, baik itu tsunami, longsor, banjir, angin putingbeliung, dan lainnya. Karena telah mendapatkan bekal bagaimana menghadapi saat bencana dan pascabencana.

“Masyarakat bisa siap siaga bila ada bencana, karena telah mendapatkan pemahaman karena mendapatkan kegiatan Pelaksanaan KSB di Pulau Sabesi dan Pulau Legundi,” ungkapnya

Ia mengharapkan, bila ini benar-benar terlaksana bulan depan, masyarakat wajib mengikuti dengan sungguh-sungguh karena berguna membantu Tagana, BPBD, Pramuka dan lainnya untuk menghadapi bencana dan pascabencana.

Baca juga: Lampung Barat Tetapkan Kampung Siaga Bencana
 

Pewarta : Triono Subagyo dan Emir FS
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA

Komentar